KPK Temukan Aliran Uang Korupsi SYL ke Partai NasDem Senilai Miliaran Rupiah

| 14 Oct 2023 06:05
KPK Temukan Aliran Uang Korupsi SYL ke Partai NasDem Senilai Miliaran Rupiah
Ilustrasi KPK (Antara)

ERA.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan adanya aliran dana ke Partai NasDem yang berasal dari mantan Menteri Pertanian (Mentan) yang juga tersangka kasus dugaan korupsi, Syahrul Yasin Limpo. Adapun jumlahnya mencapai miliaran rupiah

Hal itu disampaikan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konfernsi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (13/10/2023).

"Sejauh ini ditemukan juga aliran penggunaan uang sebagaimana perintah SYL yang ditujukan untuk kepentingan partai NasDem dengan nilai miliaran rupiah," kata Alex.

KPK, kata Alex, akan terus mendalami dugaan aliran dana miliaran rupah ke Partai NasDem tersebut. Pihaknya tetap menggandeng PPATK untuk melakukan penelusuran.

"Ini masih kami dalami," ucapnya.

Sebelumnya, Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni mengakui bahwa Syahrul memang pernah melakukan tranfer kepada Fraksi NasDem DPR RI. Namun uang itu adalah bantuan bencana alam.

Menurutnya, jumlah uang yang ditransfer Syahrul ke Fraksi NasDem DPR RI juga hanya sekitar Rp20 juta.

"Ke Fraksi NasDem untuk bntuan bencana alam, itu benar nilainya Rp20 juta," kata Sahroni saat dikonfirmasi, Kamis (12/10).

Namun Sahroni mengaku tak tahu dari mana sumber uang yang diberikan Syahrul untuk Fraksi NasDem. Sebab, hampir semua anggota DPR RI dari fraksinya memang kerap memberikan sumbangan bencana alam untuk masyarakat yang terdampak.

Diketahui, Syahrul yang merupakan kader Partai NasDem resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian.

"Kita mana tahu itu yang uang dari mananya. Kami, anggota DPR RI, semuanya memberikan bantuan bencana alam dimanapun berada buat masyarakat yang terkenda dampak," kata Sahroni.

Dalam kasus ini, Syahrul melalui dua anak buahnya tersebut diduga memeras pegawainya dengan mewajibkan membayar uang setoran setiap bulan. Nominalnya beragam antara 4.000-10.000 dolar Amerika Serikat.

Uang yang dikumpulkan diyakini bukan hanya berasal realisasi anggaran Kementan digelembungkan atau mark-up melainkan dari vendor yang mengerjakan proyek. Pemberian uang dilakukan secara tunai, transfer maupun barang.

Uang yang diduga dinikmati ketiganya berkisar Rp13,9 miliar.

Saat ini, Syahrul bersama Hatta ditahan selama 20 hari di Rutan KPK. Sebelumnya pada Rabu (11/10), lembaga antirasuah sudah lebih dulu menahan Kasdi.

Rekomendasi