Singgung Indonesia Emas 2045, Jokowi: 2024 Jadi Momentum Penentuan, Butuh Pemimpin Nasional yang Kuat

| 07 Nov 2023 14:24
Singgung Indonesia Emas 2045, Jokowi: 2024 Jadi Momentum Penentuan, Butuh Pemimpin Nasional yang Kuat
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menko PMK Muhadjir Effendy (ketiga kiri) ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa.

ERA.id - Presiden Joko Widodo menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam sambutannya saat meresmikan pembukaan Rapat Kerja Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tahun 2023 dan peresmian Gedung Serbaguna Minhaajurrosyidiin di Grand Ballroom Gedung Serbaguna Minhaajurrosyidiin, di Jakarta dikutip dari Antara, Selasa (7/11/2023).

“Tantangan ke depan makin tidak mudah. Tapi sekali lagi dengan karakter yang kita bangun, karakter SDM yang kita bangun saya yakini insyaallah kita bisa mencapainya (Indonesia Emas 2045),” kata Presiden.

Presiden mengatakan sejumlah tantangan global yang saat ini dihadapi berbagai negara, yaitu ketidakpastian ekonomi global, perubahan iklim, dan peperangan yang terjadi di sejumlah negara. Namun demikian, Presiden optimistis Indonesia bisa menghadapi tantangan tersebut dengan semangat persatuan yang kuat.

“Oleh sebab itu, sering saya sampaikan 2024, 2029, 2034 ini adalah momentum yang sangat menentukan Indonesia bisa melompat maju atau tidak sehingga dibutuhkan kepemimpinan nasional yang kuat, persatuan yang kuat, kekompakan yang kuat,” ujarnya.

Presiden memandang bahwa kepemimpinan nasional yang kuat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan tersebut.

“Kepemimpinan nasional yang mempersatukan, kepemimpinan nasional yang mau merangkul semuanya untuk kekompakan, dan kesolidan untuk persatuan negara ini dalam mencapai sebuah cita-cita besar Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, antara lain, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, dan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat LDII Chriswanto Santoso beserta jajaran.

Rekomendasi