Terkait Insiden Pengeroyokan di Boyolali, Eks Komisioner Kompolnas Minta Penegakan Hukum Proporsional

| 05 Jan 2024 21:44
Terkait Insiden Pengeroyokan di Boyolali, Eks Komisioner Kompolnas Minta Penegakan Hukum Proporsional
Tangkapan layar akun Twitter @YRadianto, @win_ardie, @YudhaShanny2

ERA.id - Mantan Komisioner Kompolnas Andrea H Poeloengan meminta adanya penegakan hukum yang proporsional terkait kasus pengeroyokan terhadap relawan salah satu calon presiden oleh oknum anggota TNI yang terjadi di Boyolali beberapa waktu lalu.

Melalui keterangan resminya, Andrea meminta agar penegakan hukum juga berlaku untuk semua termasuk korban pengeroyokan jika terbukti bersalah.

"Sudah seharusnya menurut hukum perlu juga dilakukan penegakan hukum terhadap para pengendara motor yang diduga mabuk, tanpa surat, dan motor yang berkenalpot bising pada peristiwa di Boyolali itu," jelas Andreas.

Dia meminta agar korban penganiayaan juga dilakukan pemeriksaan setelah pulih karena me dugaan mabuk, tanpa surat dan menggunakan motor berkenalpot bising.

"Penegakan hukum ini bertujuan untuk memberikan kepas@an hukum bahwa hukum berlaku untuk semua, keadilan bagi para korban dari para warga negara yang terganggu kenyamanannya karena adanya pengendara motor," kata dia.

Apalagi, jelas dia, merujuk pernyataan KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak relawan tersebut berputar-putar sebanyak delapan kali. Padahal relawan itu telah beberapa kali diingatkan.

"Mendengar penjelasan Kasad di acara Rosi malam tersebut, maka perlunya penegakan

hukum yang setara bagi para pelanggar hukum," jelas Andrea

Rekomendasi