ERA.id - Penunjukan mantan Perdana Menteri (PM) Thailand Thaksin Shinawatra sebagai salah satu Dewan Penasihat Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menjadi sorotan. Sebab, Thaksin dinilai kontroversial lantaran pernah terlibat dugaan kasus korupsi di negaranya.
Merespons hal tersebut, Wakil Ketua Komisi VI DPR Nurdin Halid menilai, Thaksin sama sekali bukan tokoh yang kontroversial. Dia menilai, dugaan korupsi hingga berakhir di kudeta merupakan politisasi.
"Jangan kita lihat kontroversi. Sebenarnya kalau saya (menilai) dia tidak kontroversi. Dia, karena dia dikudeta kan, jadi itu politik," kata Nurdin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/3/2025).
Dia mengaku cukup mengikuti perjalanan karier hingga mengagumi sosok Thasik. Menurutnya, jangan disamaikan kondisi politik pemerintahan Thailand dengan Indonesia.
Menurutnya, meski pernah dikudeta akibat kasus korupsi, Thaksin masih menjadi sosok yang dicintai rakyat Thailand.
"Jadi kita jangan melihat kontroversial dari sisi itu. Tapi kita lihat dia punya perjalanan karier politik, itu disenangi oleh rakyat Thailand," ucapnya.
Selain itu, menurutnya, Thaksin adalah pebisnis murni.
"Nah kita lihat beliau adalah seorang profesional juga dalam hal bisnis," sambungnya.
Soal banyaknya orang asing di jajaran Danantara, dia menilai hal ini sebagai bentuk profesionalitas Rosan Roeslani dalam mengelola lembaganya.
Danantara diharapkan menjadi lembaga yang mengemban tugas sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Dengan adanya nama-nama profesional dari luar negeri, kata Nurdin, memperlihatkan keseriusan pemerintah mengelola Danantara tanpa intervensi.
"Nah, dengan ada nama-nama dari profesional luar negeri itu suatu pertanda bagus bahwa ini keseriusan dan tanpa nanti intervensi," katanya.
"Kita paham betul bahwa orang yang dari luar itu sangat anti intervensi. Jadi nanti pasti negara tidak akan bisa mengintervensi daripada personil yang ada dalam Danantara ini. Apalagi dua mantan Presiden juga ikut menjadi pengarah. Jadi ini kita mesti merespon secara positif," pungkasnya.