Prabowo Mau Koalisi Pemerintah Kuat, Minta PKB Harus Diawasi Terus, Takut Dikhianati?

| 07 Jan 2026 05:08
Prabowo Mau Koalisi Pemerintah Kuat, Minta PKB Harus Diawasi Terus, Takut Dikhianati?
Menko PMK, Muhaimin Iskandar.

ERA.id - Presiden Prabowo Subianto dalam bagian penghujung Taklimat Awal Tahun 2026 menegaskan koalisi partai pendukung pemerintah kuat. Meski begitu, dia menyinggung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dipimpin oleh Muhaimin Iskandar harus diawasi terus.

"Di sini koalisi kita kuat ya? Ketua-ketua partai semua ada di sini ya? Ada. Ketua PKB ada? Oh, kayak Pak PKB yang harus diawasi terus nih," kelakar Prabowo di hadapan seluruh anggota Kabinet Merah Putih dalam Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa kemarin.

PKB, sebelum bergabung dalam koalisi partai pendukung pemerintah, sempat berkontestasi dengan Prabowo saat Pilpres 2024. Prabowo, yang berpasangan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, saat masa Pilpres berhadapan dengan pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, kemudian pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Pasangan Anies-Muhaimin saat itu diusung oleh PKB, PKS, dan NasDem.

Namun selepas Pilpres, yang dimenangkan oleh pasangan Prabowo-Gibran, PKB, PKS, dan NasDem menyatakan dukungannya kepada pemerintahan Presiden Prabowo. Dalam susunan Kabinet Merah Putih, PKB dan PKS juga mendapatkan jatah kursi, di antaranya Muhaimin, yang merupakan Ketua Umum PKB, saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, sementara itu Prof. Yassierli, yang sekarang menjabat Menteri Ketenagakerjaan, merupakan teknokrat yang diusulkan oleh PKS.

Merespons itu, Cak Imin meyakini tidak ada maksud lain di balik kelakar Presiden Prabowo Subianto yang menyebut "PKB harus diawasi terus". "Ya (itu) bercanda, bercanda," kata Muhaimin saat ditemui selepas retret jilid kedua.

Dalam kesempatan yang sama, Muhaimin juga langsung membantah saat ditanya mengenai kelakar itu sebagai sinyal adanya kekhawatiran terhadap manuver politik PKB pada kemudian hari.

"Nggak, nggak, nggak. Bercanda, begitu-begitu biasalah, sering begitu," ujar Muhaimin sambil berjalan menuju kendaraannya.

Muhaimin kemudian memastikan tidak ada yang perlu diawasi. "Nggak ada," kata dia.

Menurut Muhaimin, kelakar semacam itu biasa dialamatkan kepada partainya, terlepas dari adanya ketua umum partai lain dalam ruangan berlangsungnya retret.

"Sering begitu, bercanda begitulah, gojlok'an begitu," ujar Muhaimin.

Rekomendasi