ERA.id - Pemimpin dari sejumlah negara Eropa prihatin dengan gugurnya personel TNI yang tergabung dalam Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL), Minggu (29/3).
Seperti Taoiseach (Perdana Menteri) Irlandia, Michael Martin yang mengecam pihak yang menyerang personel UNIFIL hingga menyebabkan Praka Farizal Rhomadhon gugur.
“Saya mengecam keras pembunuhan seorang personel penjaga perdamaian UNIFIL asal Indonesia serta eskalasi kekerasan yang mengejutkan dan menyebabkan cederanya sejumlah personel penjaga perdamaian akhir-akhir ini,” kata Martin melalui media sosial X, dipantau di Jakarta, Senin kemarin.
Ia mendesak Hizbullah dan Zionis Israel untuk mencegah serangan mengenai personel perdamaian PBB. Apalagi, peran penjaga perdamaian harus dihormati setiap waktu, kata dia.
Senada, PM Spanyol, Pedro Sanchez menyebut serangan itu sebagai peristiwa yang “melampaui batas”. Sembari mendesak supaya asal proyektil yang mengenai personel RI tersebut diselidiki, PM Sanchez juga menyerukan supaya Zionis Israel menghentikan permusuhan mereka di Lebanon selatan.
Lebih lanjut, Wakil PM dan Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot turut berbelasungkawa.
“Mereka di sana untuk melayani perdamaian,” kata Menlu Prevot di media sosial X, seraya mengingatkan bahwa serangan terhadap pasukan perdamaian merupakan pelanggaran hukum internasional dan dapat menjadi kejahatan perang.
Ia juga mendesak agar pelaku serangan mempertanggungjawabkan perbuatannya dan supaya semua pihak mendukung deeskalasi di Lebanon.
Kementerian Luar Negeri Siprus, melalui platform X, juga menyampaikan belasungkawa “terhadap keluarga personel perdamaian UNIFIL yang gugur di Lebanon” dan “kepada Republik Indonesia”.
Praka Farizal Rhomadhon sendiri gugur akibat serangan artileri yang menghantam lokasi kontingen Indonesia yang berada di Kota Adshit al-Qusyar di Lebanon Selatan, Minggu. Konon serangan itu berasal dari militer Israel
Serangan tersebut juga menyebabkan tiga prajurit TNI lainnya cedera, mereka yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif.