Gubernur BI Yakin Rupiah Akan Stabil, soal Waktu Tak Tahu Kapan

| 18 May 2026 21:09
Gubernur BI Yakin Rupiah Akan Stabil, soal Waktu Tak Tahu Kapan
Ilustrasi uang. (Antara)

ERA.id - Nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diyakini akan kembali stabil. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimis soal itu.

Meski begitu, Perry tidak dapat memastikan kapan rupiah akan bergerak stabil seperti keyakinannya.

"Yakin stabil," ujar Perry usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan pemerintah sudah masuk ke pasar obligasi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Secara bertahap, pemerintah akan meningkatkan nilai investasi terhadap surat utang. Dengan demikian, aliran modal asing kembali masuk ke Indonesia dan diharapkan dapat memperkuat posisi rupiah.

Purbaya juga mengatakan bahwa dalam waktu dekat akan dibacakan strategi fiskal berdasarkan arahan  Prabowo.

Pembelian dolar akan dibatasi

BI pada Juni 2026 akan membatasi pembelian mata uang dolar AS tanpa underlying (dokumen pendukung) maksimal 25.000 dolar AS per pelaku per bulan demi memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.

“Batas pembelian dolar yang semula 100.000 dolar AS menjadi 50.000 dolar AS mulai April, kami sampaikan nanti mulai Juni akan diturunkan menjadi 25.000 dolar AS,” kata Perry dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Kebijakan tersebut merupakan penguatan aturan transaksi pasar valuta asing (valas) yang telah berlaku sejak April 2026, dari sebelumnya 100.000 dolar AS menjadi 50.000 dolar AS per pelaku per bulan.

Perry menegaskan bahwa pembelian dolar tanpa underlying tetap diperbolehkan, namun penurunan batas dilakukan agar pembelian valas benar-benar didasarkan pada kebutuhan riil.

Ia mengungkapkan, rata-rata proporsi pembelian dolar tanpa underlying turun menjadi 6,5 persen setelah kebijakan penurunan batas menjadi 50.000 dolar AS yang berlaku sejak April 2026, dari sebelumnya 10,8 persen pada periode Januari-Maret 2026.

Adapun setelah batas kembali diturunkan menjadi 25.000 dolar AS mulai Juni 2026, rata-rata proporsi pembelian dolar tanpa underlying diproyeksikan turun menjadi sekitar 3,5 persen.

Rekomendasi