ERA.id - Ketua Bidang Kehormatan DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun menganggap ide ambang batas parlemen 5 itu memudahkan mereka untuk konsolidasi kekuasaan.
“Angka 5 persen itu ideal. Pasti ada pertimbangan soal efektif efisiensi jalannya pemerintahan. Jadi, semakin disederhanakan partai politik, semakin mudah dalam konsolidasi kekuasaan,” ucapnya di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Dia mengatakan ambang batas parlemen harus mengakomodasi suara semua rakyat.
Anggota Komisi II DPR itu juga mengingatkan parlemen untuk menggodok norma ambang batas parlemen dalam revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dengan hati-hati.
Putusan Mahkamah Konstitusi, imbuh dia, harus menjadi acuan. “Karena putusan MK itu bersifat final dan mengikat,” ucapnya.
Soal mengapa PDIP tak diajak oleh Gerindra dalam pertemuan membahas PT 5 persen, Komarudin menerima. Menurutnya pertemuan antarelite partai koalisi itu wajar.
“Mereka pasti punya strategi juga, tapi saya kira undang-undang ini kan milik publik. Strategi partai atau koalisi boleh-boleh saja, tapi akhirnya pasti dibahas di DPR,” katanya.
Sebelumnya, Sugiono mengatakan pertemuan antarpartai koalisi terjadi saat Presiden RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke New Delhi India.
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra itu membenarkan bahwa ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) diusulkan menjadi 5 persen telah disepakati.
“Sepertinya semua sepakat, tapi saya kira saya tidak bisa berbicara atas nama partai-partai lain, tapi Gerindra juga sepakat soal PT 5 persen,” ucapnya di kompleks parlemen, Rabu.