Gubernur Sulteng Minta Generasi Muda Untuk Tidak Buru-Buru Nikah

Tim Editor

Ilustrasi dua pasangan dalam pesta perkawinan. (Unsplash/Alfonso lorenzetto)

ERA.id - "Pernikahan dini hanyalah kebahagiaan sesaat, tapi sengsaranya sepanjang masa," ucap Gubernur Sulawesi Tenggara Longki Djanggola, di Palu, Minggu (27/9/2020), seperti dilansir Antara.

Tingkat pernikahan dini di provinsi pimpinan Djanggola sendiri cukup tinggi. Berdasarkan data Pemprov Sulteng, angka usia kawin pertama (UKP) dari wanita di bawah 20 tahun di Sulteng sebesar 58,97 persen dari total jumlah perkawinan di provinsi tersebut.

Menurut Gubernur Djanggola, hal itu adalah indikasi masih tingginya angka pernikahan dini. Ia juga menyebut bahwa pernikahan dini juga berdampak pada tingginya angka putus sekolah, KDRT, perceraian dan kemiskinan karena pasangan nikah dini belum matang, baik emosional maupun secara  ekonomi, serta menambah risiko bayi lahir prematur, stunting dan kematian ibu melahirkan.

"Untuk itu, Duta Genre Sulteng harus memberi pemahaman tentang berencana itu keren, guna mencegah remaja melakukan pernikahan dini, seks pranikah dan penyalahgunaan narkoba," ujarnya mengenai gerakan Duta Generasi Berencana (Genre) di Sulawesi Tengah.

Gubernur juga meminta kepada semua pihak, untuk menyosialisasikan kepada generasi muda bahwa usia ideal menikah adalah 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki.

“Pakai dulu baju wisudamu sebelum baju pengantinmu. Tunda nikah dini itu keren,” kata Longki Djanggola.

Tag: perkawinan remaja

Bagikan: