'Generasi Daur Ulang' Buat Batu Bata dari Sampah

Tim Editor

Ilustrasi pembuatan batu bata dari sampah (Dok. Antara)

ERA.id - Kelompok pemuda yang tergabung dalam "Recycling Generation" Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memelopori pelatihan pembuatan batu bata berbahan sampah kepada pemuda di Kabupaten Bangka Barat sebagai solusi penanganan sampah di daerah itu.

"Kami berharap pola pengolahan sampah ini terus berkembang karena selain untuk ikut berperan aktif dalam pelestarian lingkungan juga akan memberikan dampak dalam membantu membangkitkan perekonomian masyarakat," kata pendiri Recycling Generation Babel Orie Fachrido Hermawan di Mentok dikutip dari Antara, Sabtu (17/10/2020).

Sebagai langkah awal, kelompok Recycling Generation atau komunitas pemuda peduli lingkungan yang sudah beberapa tahun aktif dalam penanganan sampah dan pelestarian lingkungan di Babel mengajak sejumlah pemuda di Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, untuk membuat batu bata berbahan sampah atau yang biasa disebut ecobrick.

"Agar para peserta lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini, kami adakan lomba dengan mengumpulkan sampah untuk dijadikan bahan baku batu bata sampah," katanya.

Dalam kegiatan yang diikuti 50 orang pemuda tersebut para peserta berhasil membuat 185 buah ecobrick berbahan sampah plastik. Kegiatan yang berlangsung sehari penuh tersebut merupakan sebuah aksi nyata dari komunitas dan para pemuda di Kecamatan Tempilang untuk mengolah sampah menjadi barang baru yang memiliki nilai ekonomi.

"Aksi ini selain memiliki nilai ekonomi karena batu bata berbahan sampah bisa digunakan untuk membuat berbagai bangunan kreatif juga ramah lingkungan karena satu buah batu bata berisi sekitar 250 gram sampah plastik," katanya.

Melalui kegiatan itu diharapkan para peserta nantinya bisa menjadi duta lingkungan dengan memberikan edukasi bagi warga di sekitar tempat tinggal masing-masing.

"Pengolahan sampah menjadi batu bata merupakan sebuah solusi yang bisa memberikan keuntungan bagi pelaku usaha sekaligus upaya kita untuk pelestarian lingkungan mengingat sampai saat ini permasalahan sampah, terutama sampah plastik, belum sepenuhnya teratasi dengan baik," katanya.

Ia berharap gerakan yang telah ada ini akan selalu diterapkan dan menjadi budaya pengurangan sampah, terutama dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar dengan rasa kepedulian terhadap lingkungan yang keberlanjutan.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Babel Ferdiyan Hermawan Loebis mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Recycling Generation Babel bersama Pepelingasih Bangka Belitung, Bujang Dayang Bangka Barat dan BUMDes Airlintang tersebut.

"Sebagai pemuda pelopor kami akan selalu mendukung upaya mereka untuk meningkatkan kepedulian para pemuda terhadap pelestarian lingkungan dan sadar lingkungan," katanya.

Ia berharap, para pemuda yang sadar lingkungan dapat terus berkembang dan secara berkelanjutan melakukan berbagai aksi nyata dengan mencintai lingkungan yang akan memberi dampak besar terhadap perekonomian masyarakat, kepariwisataan dan budaya di daerah itu.

Selain melaksanakan lomba pembuatan batu bata berbahan sampah plastik, pada aksi tersebut juga dilaksanakan kegiatan lain, yaitu penandatanganan komitmen, pembagian 1.000 bibit tanaman buah dan penanaman pohon oleh para tamu undangan perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Babel, Dinas Koperasi dan UMKM Babel, Disdikpora Kabupaten Bangka Barat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat, Duta Wisata Bangka Barat, Duta Genre Bangka Barat, Duta Generasi Hijau Babel.

Kegiatan yang mengangkat tema "Pinjam Tanganmu, Selamatkan Lingkungan" itu bertujuan untuk membentuk karakter pemuda peduli lingkungan asri dan bersih.

Tag: sampah

Bagikan: