Rekor Baru Jawa Barat, Catat 2.201 Kasus COVID-19 Terbanyak

| 16 Jan 2021 11:30
Rekor Baru Jawa Barat, Catat 2.201 Kasus COVID-19 Terbanyak
Ilustrasi COVID-19 (Unsplash/@medakit)

ERA.id - Jawa Barat cetak rekor, sumbangkan kasus COVID-19 terbanyak pada  Jumat (15/1/2021). Penambahan kasus sebanyak 2.201, ini merupakan rekor baru di mana sebelumnya sebanyak 1.824 kasus pada Jumat lalu.

Penambahan kasus COVID-19 hari ini di Jawa Barat merupakan tertinggi kedua setelah DKI Jakarta, dilihat dari skala nasional penyebaran COVID di Indonesia.

Menurut data yang dihimpun dari laman Pusat Informasi dan koordinasi COVID-19 Jawa Barat atau Pikobar pada hari Jumat (15/1/2021).

Peningkatan kasus, tercatat naik dengan rata-rata seribu lebih perhari, bahkan dalam 6 hari kebelakang kenaikan kasus sebesar 10.000 kasus.

Untuk angka kumulatif, Jawa Barat mencapai 104.541. Jumlah orang yang positif sebanyak 17.032 orang yang terdiri dari pasien yang berada dalam masa isolasi atau perawatan. Dibandingkan kemarin, kenaikan mencapai 820 kasus.

Walaupun adanya peningkatan jumlah positif COVID-19, jumlah pasien sembuh mengalami peningkatan yaitu 1.370 orang. Kenaikan tersebut dilihat dari jumlah kumulatif 86.242 orang di Jawa Barat.

Untuk jumlah suspek di Jawa Barat, sampai hari ini mencapai 115.682 orang, diantaranya sebanyak 6.559 berada dalam masa isolasi atau dalam perawatan.

Suspek tersebut merujuk pada orang yang memiliki gejala ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) ada yang memiliki riwayat tinggal di kawasan yang memiliki jumlah kasus COVID-19 terbanyak, ada pula kasus dimana seseorang memiliki ISPA kronis atau disebut kasus probabel.

Di Jawa Barat, kasus probable berjumlah 2.638 kasus dimana jumlah tersebut berasal dari 90 orang di isolasi, 1.447 orang dinyatakan sembuh dan 1.101 dinyatakan meninggal dunia.

Melihat kondisi jumlah kasus dari Jawa Barat hari ini, Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Jawa Barat, Daud Achmad mengungkapkan kalau prediksi epimologi sesuai dengan epidemolog pada beberapa bulan lalu.

"Kita perhatikan, di sini tren kenaikan kasus dalam kurung waktu dekat mencapai angka 100.000, semoga jumlah ini kedepannya mengalami penurunan selama menerapkan protokol kesehatan," ujar Daud.

Daud memaparkan saat ini sudah diberlakukan PPKM, baginya ini bisa menekan adanya jumlah peningkatan COVID.

"Ketentu ini harus diimbangi denga prokel yang berlaku, dimana sistem ekonomo diharapkan bisa membaik," jelas Daud.

Rekomendasi