Terungkap Alasan Indonesia Beli Vaksin COVID-19 Buatan China

Tim Editor

Ilustrasi vaksin COVID-19 (Dok. Instagram biofarmaid)

ERA.id -  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan alasan mengapa pemerintah Indonesia membeli vaksin COVID-19 buatan Sinovac, China untuk program vaksinasi tahap pertama. Menurut Erick, hal ini disebabkan karena respon perusahan vaksin asal Eropa dan Amerika terhadap Indonesia sangat rendah. Erick mendapati kendala itu saat ditugaskan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk melakukan penjajakan vaksin COVID-19.

"Kenapa dua negara tujuan yang saat itu UAE dan China? Karena sejak awal kita mengontak para pembuat vaksin dari negara Eropa dan Amerika responnya sangat rendah, itu ada buktinya black and white bisa kita paparkan," ungkap Erick seperti dikutip dari dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI di kanal YouTube DPR RI Channel, Kamis (21/1/2021).

Selain karena respon yang lambat, Erick menyebut hubungan dagang antara Indonesia dengan China dan Uni Emirat Arab (UEA) cukup baik.

"BUMN bertemu dengan BUMN China, BUMN bertemu dengan BUMN di UAE tapi kesempatan itu juga diberikan juga ketemu swasta-swasta di Cina dan UAE," ujarnya.

Dari hubungan yang baik itu, PT Bio Farma (Persero) ditugaskan untuk melakukan penjajakan vaksin. Adapun Indonesia akhirnya mendapatkan tiga juta dosis vaksin COVID-19 dari Sinovac dalam bentuk jadi yang datang bertahap ke Indonesia. Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin datang pada 6 Desember 2020 dan 1,8 juta dosis pada 31 Desember 2020.

"Nah dari penjajakan itulah kami kembali tugaskan, Bio Farma melakukan penjajakan vaksin, dan Bio Farma adalah memang perusahaan yang sudah melakukan vaksinasi atau memproduksi vaksin sejak dulu dan merupakan peran partner dari Menkes jadi bukan sesuatu yang baru," kata Erick.

Tag: erick thohir covid-19 vaksin covid-19 vaksin sinovac

Bagikan: