Ini Keunggulan Ikan Patin Perkasa Hasil Riset KKP, Ukuran Tubuh Lebih Besar

Tim Editor

Ikan Patin Perkasa (Dok KKP)

ERA.id - Riset ikan Patin Perkasa yang dilakukan oleh balai riset pemuliaan ikan (BRPI) terpilih sebagai salah satu dari 112 Karya Inovasi Indonesia Paling Prospektif 2020, yang ditetapkan pada Februari 2021, oleh Business Innovation Center (BIC) oleh Kementerian Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemenristek).

Menurut kepala BRPI Joni Haryadi, riset tentang Patin Perkasa sudah dilakukan oleh BRPI sejak 2010, ia mengatakan saat itu terpantau kualitas benih patin yang beredar di Indonesia sangat heterogen.

Selain itu ia juga menambahkan sejak pertama patin siam masuk ke Indonesia pada tahun 1972, belum terdapat upaya untuk memperbaiki genetik tersebut.

“Pada umur yang sama, terjadi pertumbuhan yang berbeda-beda di berbagai lokasi di Indonesia. Seiring dengan perkembangan patin yang sangat pesat di Indonesia, masyarakat yang sudah bisa melakukan pemijahan sendiri sehingga penyebarannya menjadi tidak terkendali dan  menyebabkan terjadi penurunan genetic,” ujarnya.

Joni juga mengungkapkan jika Patin Perkasa yang juga disebut patin 'bangkok' atau siam ini memiliki pertumbuhan lebih cepat 16,61 - 46,42 persen, produktivitas lebih tinggi 11,27 - 46,41 persen, rasio konversi pakan (FCR) lebih rendah 5,6 - 16,3 persen.

Harga Pokok Produksi (HPP) yang ditetapkan lebih rendah 4,45 - 17,92 persen serta B/C ratio pembesaran lebih tinggi 14,71 - 48,48 persen. 

“Keunggulan patin super ini dibanding patin biasa yang selama ini terdapat di masyarakat, ikan tersebut mampu tumbuh cepat dan pada 2018 telah diterbitkan Surat Keputusan (SK) Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 75/KEPMEN-KP/2018  tentang Pelepasan Ikan Patin Perkasa, yang menetapkan Ikan Patin Perkasa sebagai jenis ikan baru yang akan dibudidayakan,” terang Joni.

Hasil uji lapangan yaitu Tulungagung, Kuningan, Bandar Lampung, dan Sukamandi , membuktikan berbagai keunggulan patin super ini dibanding patin biasa yang selama ini terdapat di masyarakat.

“Pada 2010 hingga 2017, BRPI melakukan seleksi ikan patin, dengan benih yang berasal dari Sukamandi, Jambi, dan Palembang, sebanyak dua generasi. Hasilnya sangat bagus, yakni respon seleksi menunjukkan angka 38,86 persen, sudah memenuhi persyaratan respon seleksi minimal 30 persen,” ucap Joni.

Tag: ikan patin perkasa Ikan Patin

Bagikan: