Trauma Konflik Internal PPP, Suharso: Tidak Ingin Nila Setitik Ganggu PPP

Tim Editor

Suharso Monoarfa (Dok. Instagram suharsomonoarfa)

ERA.id - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa menegaskan tak ingin partainya mengalami perpecahan kembali. Dia mengaku partai berlambang Ka'bah ini sudah lelah berkonflik.

Hal itu juga ditanyakan Suharso kepada politisi senior PPP Djan Faridz yang merupakan mantan Ketua Umum PPP dan pernah berkonflik dengan Romahurmuziy, hingga menimbulkan perpecahan di internal PPP.

"Kita tidak ingin sekecil apapun ruang yang setitik atau sebesar nila mengganggu PPP ini. Kita sudah lelah dengan hal itu. Ya Pak Djan Faridz? Kita ingin partai ini namanya saja merawat persatuan dan pembangunan," kata Suharso saat membuka rapat pimpinan nasional (Rapimnas) pada Jumat (12/3/2021).

Suharso menekankan, apabila terjadi perselisihan maka harus dibahas bersama terlebih dahulu. Hal itu, untuk mempertegas agar tidak ada konflik saat PPP menggelar musyawarah wilayah (musywil) dan juga musyawarah cabang (musycab) yang akan datang.  

Dia berharap, musywil dan musycab PPP bisa berlangsung sejuk tanpa adanya konflik. "Saya berharap Musywil berjalan dengan adem, sejuk, dan kemudian menjadi contoh untuk yang lainnya. Kita selesaikan dengan baik," katanya.

"Kalau ada sesuatu yang harus kita bahas, ya kita bahas, setengah kamar, sepertiga kamar, seperempat kamar, monggo. Kita selesaikan dengan mulus," imbuhnya.

Sebelumnya, Djan Faridz mengaku siap membantu Suharso membesarkan kembali PPP. Dia menyampaikan hal itu dalam kata sambutan di Rapimnas PPP. 

"Sahabat tercinta saya memimpin PPP. Selain doa, saya siap kok bantu beliau. Kita harus melihat ke depan bagaimana PPP ini tetap eksis di dunai politik dan bermanfaat untuk umat Islam khususnya," ujar Djan.

Djan juga menyatakan dengan tegas, bahwa PPP saat ini telah bersatu. Selain itu, dia mengajak semua kader PPP supaya bisa membawa kembali kejayaan bagi partai.

"Jadi jangan sampai kita ini sudah bersatu, saya sudah bersatu dengan beliau (Suharso Monoarfa), terus manfaat buat PPP-nya kurang. Jadi ini tantangan ke depan, insya Allah dengan doa beliau dan kiai-kiai yang ada di seluruh Indonesia PPP bisa kembali jaya," tegasnya.

Untuk diketahui, Djan Faridz merupakan salah satu tokoh sentral PPP yang sempat membentuk gerbong baru ketika terjadi kisruh internal PPP. Saat itu, terjadi perebutan kepemimpinan antara Djan Faridz dan Romahurmuziy. Belakangan, kepengurusan PPP yang disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM menetapkan Romahurmuziy sebagai ketua umum PPP.

Kini, Djan Faridz sudah kembali bergabung dengan PPP. Bahkan, di bawah kepemimpinan Suharso Monoarfa, dia mendapatkan jabatan sebagai anggota Majelis Kehormatan PPP.

Tag: ppp konflik ppp suharso monoarfa partai politik

Bagikan: