Bisnis Online Jadi Jawaban Pemulihan Ekonomi Masyarakat Saat Pandemi

Tim Editor

Ilustrasi bisnis online (Dok. Antara)

ERA.id - Anggota Komisi I DPR Alimin Abdullah menilai pandemi COVID-19 telah menjadikan rakyat kesulitan dalam hal ekonomi. Tapi, dengan adanya internet, masyarakat dapat memanfaatkan peluang.

"Orang yang tidak punya pekerjaan bisa mendapatkan suatu income dengan adanya usaha kecil, dan banyak yang berpikir akan tutup karena dilarang buka, tetapi dengan adanya internet ini bisa menjadi lancar," dalam diskusi daring, Kamis (3/6/2021).

Menurutnya, bila penggunaan internet diarahkan dari hal negatif ke yang lebih positif maka akan membantu dalam dunia bisnis dan usaha. "Saya yakin kalau bisa melakukan dengan baik ini merupakan satu peluang dan di Indonesia ini sepengetahuan saya hampir di atas 80 persen sudah menggunakan internet," katanya.


Pada kesempatan yang sama, Guru Besar Komunikasi UNAIR Henri Subiakto menjelaskan perkembangan teknologi membuat orang memiliki konsep berpikir yang berubah. Pengguna internet menciptakan era abundance atau kelimpahan, yang kini masuk free economy.

"Seperti kirim surat gratis melalui email, telepon gratis melalui whatsapp call, kuliah gratis melalui Courser, EdEx, buku gratis bisa melalui pdfdrive.net, film dan music gratis, rekaman ceramah, seminar dan pelatihan gratis misalnya di Youtube, desain gratis melalui Canva, kumpul-kumpul dari seluruh dunia gratis melalui Zoom," katanya.

Meski begitu, ia menambahkan sekarang ada 202,6 juta pengguna internet di Indonesia. Sebanyak 202 juta terdiri dari orang baik, pintar, kurang pintar, tapi juga ada orang jahat.

"Orang jahat banyak juga di internet makanya yang terjadi macam-macam, ada keributan-keributan, ada penipuan-penipuan, kadangkala juga ada penyerangan-penyerangan, ada hacker dan lain sebagainya, namanya 202,6 juta semua orang bisa jadi pelaku, semua orang bisa menjadi komunikator asal punya hp, ini perubahan-perubahan yang luar biasa," katanya.

Ia menyebutkan Bank sentral meramal pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat dalam rentang 4,8-5,8 persem pada 2021. Bisnis online Indonesia 2025 diperkirakan tumbuh 3,7 kali lipat.

"Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya daya beli masyarakat dan akses internet yang sudah mencapai kota-kota kecil. Peningkatan pembayaran online di masa pandemi seperti melalui ShopeePay, OVO, GoPay, DANA, LinkAja, perkembangan pembayaran online mengalami kenaikan 40 persen," katanya.

Ia menjelaskan kenapa saat ini relevan untuk menjalankan bisnis online. Karena menjangkau pasar yang luas semua orang di seluruh Indonesia bahkan dunia dapat mengakses produk Anda dan melakukan transaksi.

"Tidak harus ada lokasi bebas menentukan lokasi bisnis, karena transaksi dilakukan melalui internet, memangkas biaya dan potensi pendapatan tidak terbatas. Kunci sukses bisnis online yaitu memiliki koneksi internet yang baik, memiliki website dan akun, memiliki analytic website, memiliki dana yang sesuai, kontinyuitas dan keteraturan, lindungi privasi pelanggan, riset kompetitor, jangan menyerah," katanya.

Tag: digital platform ekonomi digital henri subiakto alimin abdullah

Bagikan: