Sejumlah Mahasiswa Untidar Positif COVID-19 Usai Pelatihan, 87 Mahasiswa Dites Usap

| 15 Jun 2021 20:30
Sejumlah Mahasiswa Untidar Positif COVID-19 Usai Pelatihan, 87 Mahasiswa Dites Usap
Tes usap Untidar (Dok. Antara)

ERA.id - Sebanyak 87 mahasiswa dan seorang dosen Universitas Tidar (Untidar) Magelang, Jawa Tengah, mengikuti tes usap antigen dan PCR setelah diketahui sejumlah mahasiswa dinyatakan positif COVID-19 usai melakukan kegiatan di luar kampus.

Sekretaris Penanganan COVID-19 Untidar Among Wiwoho di Magelang, Selasa, mengatakan kasus ini efek dari kegiatan mahasiswa menjelang kegiatan akademik, mereka melaksanakan pelatihan.

"Sebenarnya ini murni kegiatan mahasiswa, kalau dibilang tanpa sepengetahuan kampus juga bisa, tetapi kami terus terang tidak bisa lepas tangan begitu saja," katanya dikutip dari Antara, Selasa (15/6/2021).

Begitu mereka selesai berkegiatan ada beberapa mahasiswa yang bergejala COVID-19, selanjutnya mereka melaksanakan tes usap di Puskesmas Magelang Utara dan ternyata dari hasil tes usap itu ada beberapa yang dinyatakan positif.

"Kemudian dari Dinas Kesehatan Kota Magelang melalui Puskesmas Magelang Utara dengan Untidar berkoordinasi dan akhirnya diselenggarakan tes usap bagi seluruh peserta kegiatan yang kemarin dilaksanakan beserta panitia dan dosen yang kontak erat setelah ada kegiatan tersebut," katanya.

Ia menuturkan mahasiswa yang berkegiatan sekitar 132 orang plus panitia ada sekitar 150-an orang. Target tes usap saat ini seluruh peserta dan panitia. Menurut dia, yang terdaftar sebanyak 132 orang, namun yang hadir hanya 88 orang, karena yang lain sudah melakukan tes usap secara mandiri.

Ia menyampaikan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 dari universitas sudah tidak mengizinkan ada kegiatan nonakademik di dalam maupun di luar kampus. Kegiatan akademik pun dibatasi dengan melaksanakan protokol kesehatan sangat ketat.

Kepala Puskesmas Magelang Utara dr Istikomah mengatakan tes usap ini merupakan upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 di Kota Magelang. "Upaya yang dilakukan ini untuk memutus mata rantai penularan COVID-19," katanya.

Rekomendasi