COVID-19 'Menggila', Airlangga Akan Beri Insentif ke Bidang Usaha Prioritas Lewat UU Cipta Kerja

Tim Editor

Airlangga Hartarto (Dok. Antara)

ERA.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak seluruh pelaku ekonomi memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi dengan mengakselerasi investasi

"Saya mengajak kita bersama-sama mengakselerasi momentum pertumbuhan dengan mendorong investasi dan juga terus mendukung kebijakan pemerintah dalam pengendalian pandemi sehingga kita mampu mewujudkan pemulihan ekonomi nasional secara lebih cepat," kata Menko Airlangga Hartarto dalam keterangannya yang diterima di Jakarta dikutip dari Antara, Rabu (14/7/2021).

Menko Airlangga menegaskan pemerintah berkomitmen untuk mendukung investasi dan kemudahan berusaha melalui Undang-Undang Cipta Kerja. Hal tersebut juga termasuk dengan memberikan insentif terhadap bidang usaha prioritas dengan kriteria tertentu.


"Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan investasi produktif yang menciptakan usaha-usaha baru sehingga akan membuka banyak lapangan kerja dan masyarakat diharapkan bisa memanfaatkan kesempatan yang ada," ujar Airlangga.

Airlangga menyampaikan dari segi pemulihan ekonomi nasional, momentum pemulihan ekonomi telah dapat dirasakan dengan membaiknya ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 dengan hanya terkontraksi sebesar 0,74 persen (yoy).

"Momentum ini harus dijaga salah satunya melalui akselerasi investasi agar ekonomi dapat pulih lebih cepat meskipun saat ini terdapat tantangan akibat eskalasi kasus COVID-19, khususnya varian delta," katanya.

Permintaan domestik saat ini, lanjutnya, telah membaik dan direspons dengan peningkatan aktivitas produksi di sektor usaha, seperti industri pengolahan, perdagangan dan konstruksi. Indeks PMI Manufaktur Indonesia pada Juni 2021 tetap pada level ekspansi 53,5.

Aktivitas manufaktur Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara ASEAN lainnya, seperti Vietnam, Myanmar, Thailand, dan Malaysia. Dengan peningkatan aktivitas produksi tersebut, dampak negatif pandemi terhadap ketenagakerjaan juga berangsur dapat teratasi.

Sementara itu dari sisi eksternal, Indonesia terbantu dengan surplus neraca perdagangan selama 13 bulan berturut-turut yang ditopang oleh peningkatan harga-harga komoditas global.

Airlangga menegaskan hal tersebut akan memberikan sentimen positif bagi aktivitas ekspor-impor Indonesia ke depan. Di saat yang sama, arus modal asing kembali masuk dan terjaganya level defisit transaksi berjalan akan memberikan dasar yang kuat bagi ketahanan sektor eksternal Indonesia.

"Dengan berbagai kebijakan ekonomi, terutama insentif perpajakan, termasuk relaksasi PPN, pemerintah melihat bahwa recovery masih dapat terus berlangsung dan diharapkan masih bisa tumbuh di angka pertumbuhan 7 persen di kuartal II 2021," katanya.

Tag: airlangga hartarto pertumbuhan ekonomi covid-19 investasi

Bagikan: