Vaksin Moderna Dapat Izin Guna Sebagai Booster, BPOM: Dipakai Setengah Dosis

Tim Editor

Penny Lukito (Dok. Antara)

ERA.id - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengatakan, vaksin Covid-19 merek Moderna telah mengantongi izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk digunakan sebagai vaksin dosis ketiga atau booster.

Penny menjelaskan, pemberian vaksin booster khusus untuk merek Moderna hanya akan diberikan setengah dosis saja. Selain itu, vaksin booster moderna ini digunakan untuk dua skema yaitu homologous atau pemberian dosis 1-3 menggunakan merek vaksin yang sama. Serta, heterologous atau pemberian dosis ketiga menggunakan merek vaksin yang berbeda dengan dosis 1-2.

"Vaksin Moderna ini untuk homologous dan heterologous booster, dengan dosis setengah dosis," ujar Penny dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube Badan POM, Senin (10/1/2022).


Penny menjelaskan, sebagai vaksin booster heterologous, Vaksin Moderna bisa digunakan bagi orang yang sebelumnya sudah mendapat vaksinasi lengkap menggunakan merek AstraZeneca, Pfizer, dan Johnson & Johnson.

"Sebagai booster heterologousnya Moderna adalah untuk vaksin primernya AstraZeneca, Pfizer, dan J&J, degan dosis setengah," kata Penny.

Vaksin Moderna ini memiliki kemampuan peningkatan rata-rata titer antibodi netralisasi sebesar 13 kali lipat setelah pemberian dosis booster. Vaksin booster menggunakan Vaksin merek Moderna akan diberikan kepda kelompok usia di atas 18 tahun.

Selain Moderna, BPOM juga telah menerbitkan EUA terhadap empat merek vaksin lainnya. Diantaranya yaitu CoronoVac, Pfizer, dan AsraZeneca.

Ketiga merek vaksin Covid-19 tersebut akan digunakan untuk booster homologous dan diberikan setelah enam bulan dari dosis kedua. Pemberian dosisnya berukuran satu dosis

Terakhir, ada selanjutnya Vaksin Zifivax yang juga diberikan untuk satu dosis dengan skema pemberian booster heterologous, dengan kemampuan peningkatan rata-rata titer antibodi netralisasi sebesar 30 kali pada subjek yang telah mendapat vaksin primer Sinovac atau Sinopharm.

"Jadi dalam hal ini ada lima, sampai dengan saat ini ada lima. Karena ada juga beberapa yang sedang uji klinik vaksin booster yang masih berlangsung dan dalam waktu beberapa hari ini akan bisa kita putuskan EUA-nya," kata Penny.

Penny mengatakan, pemberian EUA terhadap lima merek vaksin Covid-19 yang akan digunakan sebagai vaksin booster ini telah melalui rekomendasi dari ITAGI.

Untuk diketahui, pemerintah menargetkan pemberian vaksinasi booster dimulai pada 12 Januari 2022. Vaksinasi booster akan didahulukan bagi kelompok lansia.

Tag: covid-19 BPOM Penny Lukito booster vaksin

Bagikan: