Kasus Covid-19 Melonjak Karena Omicron, Jokowi: Tak Perlu Bereaksi Berlebihan

| 18 Jan 2022 20:16
Kasus Covid-19 Melonjak Karena Omicron, Jokowi: Tak Perlu Bereaksi Berlebihan
Presiden Joko Widodo (BPMI Sekretariat Presiden)

ERA.id - Presiden Joko Widodo mengakui saat ini Indonesia mengalami tren kenaikan kasus Covid-19 yang disebabkan oleh varian Omicron.

Dia pun meminta masyarakat untuk mewaspadai tren ini tetapi tak perlu bereaksi berlebihan.

"Berhati-hati perlu, waspada perlu, tapi jangan menimbulkan ketakutan dan kepanikan," jelas Saat ini Indonesia tengah mengalami tren kenaikan kasus Covid-19 yang disebabkan oleh varian Omicron. Oleh sebab itu, Presiden Joko Widodo mengimbau agar semua pihak tetap waspada, namun tidak perlu bereaksi berlebihan," jelas Jokowi dalam keterangan resminya pada Selasa (18/1/2022).

"Kita semua harus mewaspadai tren ini. Namun  tidak perlu bereaksi berlebihan. Berhati-hati perlu, waspada perlu, tapi jangan menimbulkan ketakutan dan jangan menimbulkan kepanikan," ujar tambah dia.

Berbagai studi, termasuk laporan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, menyebutkan bahwa varian Omicron memang lebih mudah menular, namun gejalanya lebih ringan.

Menurut Presiden, pasien yang terinfeksi varian ini umumnya pulih tanpa harus dirawat di rumah sakit.

"Tapi sekali lagi, kita harus waspada. Jangan jemawa dan jangan gegabah," imbuhnya.

Kepala Negara pun mengimbau seluruh masyarakat untuk mengurangi kegiatan di pusat-pusat keramaian jika tidak memiliki keperluan yang mendesak. Presiden juga mengimbau penerapan bekerja dari rumah atau work from home jika memungkinkan.

"Untuk mereka yang bisa bekerja dari rumah, work from home, lakukanlah kerja dari rumah, dan saya juga meminta untuk tidak bepergian ke luar negeri, jika tidak ada urusan penting dan mendesak," ungkapnya.

Di samping itu, Presiden juga mengingatkan semua pihak untuk terus mengikuti protokol kesehatan dengan disiplin, mulai dari selalu menggunakan masker, menjaga jarak, hingga mencuci tangan. Di saat yang sama, Presiden mendorong seluruh rakyat untuk segera mendapatkan vaksinasi Covid-19.

"Yang sudah mendapatkan vaksin pertama segera divaksin untuk vaksin kedua. Yang sudah dua kali vaksin, segera cari vaksin ketiga, vaksin booster. Semuanya gratis. Karena vaksinasi penting demi keselamatan kita semua," tandasnya.Jokowi dalam keterangan resminya pada Selasa (18/1/2022).

Dia menyatakan berdasarkan studi dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO, Omicron memang lebih mudah menular akan tetapi memiliki gejala lebih ringan.

"Pasien yang terinfeksi varian ini, umumnya pulih tanpa harus dirawat di RS, tapi sekali lagi kita harus waspada jangan jumawa dan gegabah," jelas Jokowi.

Dia mengimbau masyarakat untuk mengurangi pusat keramaian jika tak ada keperluan mendesak.

"Bagi yang bisa bekerja dari rumah, lakukan lah kerja dari rumah, dan saya juga meminta untuk tidak bepergian ke LN jika tak ada urusan yang penting dan mendesak," tambah Jokowi.

"Hal penting lainnya di amsa pandemi, vaksinasi, yang belum dapat segera divaksin, yang sudah divaksin pertama, segera vaksin kedua, yang sudah dua kali vaksin, segera cari vaksin booster semuanya gratis," jelas Jokowi.

Kami juga pernah menulis soal Waspada, China Temukan Omicron Menempel di Kertas Dokumen Kiriman dari Kanada. Kamu bisa baca di sini.

Kalo kamu tahu informasi menarik lainnya, jangan ketinggalan pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya!

Rekomendasi