Hindari Kemacetan, Kapolri Imbau Masyarakat Gunakan Jalur Alternatif

| 21 Apr 2022 17:42
Hindari Kemacetan, Kapolri Imbau Masyarakat Gunakan Jalur Alternatif
Ilustrasi arus mudik (Antara)

ERA.id - Kapori Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengimbau pemudik untuk menggunakan jalur alternatif di luar jalan Tol. Salah satunya menggunakan jalur selatan. Hal ini untuk mengurai kemacetan, khususnya pada puncak arus mudik.

Sigit memastikan, pemudik yang menggunakan jalur selatan juga akan tetap merasa nyaman selama perjalanan. Sebabnya, jalur alternatif tersebut baru selesai dibangun.

"Pilihan jalur ini juga kita harapkan utk bisa menjadi pilihan. Karena rata-rata memilih jalan tol. Sehingga tentu kemudian di jalan tol bebannya menjadi berat," ujar Sigit di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (21/4/2022).

"Ada alternatif jalur selatan yang tentunya saat ini baru selesai dibangun, itu bisa dijadikan pilihan," imbuhnya.

Sementara bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor, Sigit bilang bisa menggunakan jalur Pantura maupun jalur alternatif di dalam kota yang sudah disiapkan oleh pemerintah.

"Motor misalnya, mungkin menggunakan jalur-jalur alternatif yang ada, baik di Pantura ataupun di jalur-jalur alternatif yang sudah disiapkan di dalam kota," kata Sigit.

Selain menggunakan kendaraan pribadi, pemudik juga masih bisa pulang ke kampung halamannya dengan memanfaatkan transportasi kereta api. Menurutnya, masih ada slot tambahan hingga 20 ribu per hari yang disiapkan oleh PT KAI untuk memfasilitasi mudik Lebaran tahun ini.

"Kemarin kita menengok kereta api Indonesia itu masih ada slot yang ditambhakan 20 ribu per hari. Jadi ini juga bisa menjadi salah satu pilihan, sehingga kemudian masyarakat bisa nyaman pada saat mudik," kata Sigit.

Sebelumnya, Pemerintah memperkirakan akan terjadi kemacetan saat puncak arus mudik Lebaran tahun ini. Sebabnya, ada puluhan juta kendaraan pribadi dipakai pemudik untuk pulang ke kampung halamannya.

Meski begitu, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa ada alternatif lainnya untuk mudik, seperti menggunakan transportasi udara dan kereta api. Menurutnya, dua jenis trasnportasi umum itu masih longgar.

"Kalay kita lihat di angka-angka untuk mudik yang lewat udara, saya kita masih ada ruang yang lebih longgar. Kemudian yang lewat kereta api juga masih ada sedikit ruang yang masih longgar yang bisa dipakai masyarakat," kata Jokowi saat mengunjungi Pasar Bangkal, Kabupaten Sumenep, Rabu (20/4).

Pemerintah memperkirakan, akan ada 23 juta mobil dan 17 juta motor yang digunakan pemudik. Adapun puncak arus mudik diperkirakan terjadi mulai 28-30 April 2022.

Sejumlah antisipasi juga sudah dipersiapkan, salah satunya rekayasa lalu lintas dengan menerpakan ganjil genap, pengaturan jalur satu arah atau one way, dan melarang truk melintasi jalan tol untuk sementara waktu.

Rekomendasi