Momen Menag Yaqut Bertemu dan Undang Paus Fransiskus ke Indonesia: Tak Semua Orang Bisa Sedekat Ini, Saya Beruntung

| 09 Jun 2022 09:20
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat bertemu dengan Paus Fransiskus di Vatikan (Facebook Yaqut Cholil Qoumas)

ERA.id - Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas bertemu dengan Paus Fransiskus di Vatikan. Momen pertemuan itu diunggah Menag Yaqut di akun Facebook resminya.

Dalam pertemuan itu, nampak Ketua Umum PBNU yang juga kakaknya Menag Yaqut, Yahya Cholil Staquf ikut dalam rombongan.

Menag Yaqut yang mengunggah foto sedang bersalaman dengan Paus Fransiskus itu menyatakan tidak semua orang bisa sedekat dirinya dan bisa menyampaikan sesuatu saat bertemu.

"Saya beruntung," jelas Menag Yaqut di akun Facebooknya pada Rabu (8/6/2022).

Yaqut pun mengatakan saat bertemu, dirinya menyampaikan undangan langsung dari Presiden Joko Widodo agar Paus Fransiskus datang berkunjung ke Indonesia.

"Saya di sini juga menyampaikan salam dari warga Katolik Indonesia dan keuskupan di Indonesia yang telah lama mendoakan Paus serta ingin bertemu," jelas Yaqut.

Sebelumnya, dikutip dari Antara, Menteri Agama pada Selasa (7/6/2022) bertolak ke Vatikan.

Pada hari pertama kunjungannya ke Vatikan, Menteri Agama menyapa warga negara Indonesia yang tinggal di Vatikan dan Roma, termasuk di antaranya biarawati, pelajar, mahasiswa, serta pekerja.

Acara pertemuan Menteri Agama dengan warga Indonesia di Vatikan diselenggarakan oleh KBRI Vatikan dan dibuka oleh Duta Besar Indonesia untuk Vatikan Laurentius Amrih Jinangkung. Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf juga hadir dalam acara itu.

Dalam pertemuan tersebut, Yaqut menjelaskan bahwa Kementerian Agama mencanangkan tahun 2022 sebagai Tahun Toleransi dalam upaya untuk membangun toleransi warga.

"Kita ingin menjadikan Indonesia sebagai barometer kehidupan keberagamaan yang rukun dan harmoni dalam keberagaman, serta masyarakatnya toleran dan saling menghargai perbedaan," kata dia.

"Kita harus saling hormat-menghormati antarsesama pemeluk agama serta saling menghormati mereka yang berbeda keyakinan," demikian Menteri Agama.


Rekomendasi