Mengenal Apa Itu Blueprint dalam Organisasi dan Syarat Penyusunannya

| 21 Feb 2023 18:06
Mengenal Apa Itu Blueprint dalam Organisasi dan Syarat Penyusunannya
Ilustrasi blueprint dalam arsitektur bangunan (pexels)

ERA.id - Dalam menjalankan sebuah organisasi atau lembaga, cetak biru atau blueprint adalah salah satu hal yang penting. Apa itu blueprint?

Berdasarkan KBBI, cetak biru memiliki beberapa makna, yaitu rencana yang terperinci; program tindakan; rencana program. Blueprint merupakan istilah yang biasanya digunakan oleh pembuat bangunan untuk menyebut gambar rencana bentuk bangunan di kertas yang berwarna biru.

Blueprint dalam Organisasi atau Lembaga

Penggunaan istilah blueprint dalam organisasi atau lembaga tidak terlepas dari penggunaan istilah blueprint dalam pembuatan bangunan. Dalam menjalankan sebuah organisasi atau lembaga, ada tujuan utama yang ingin dicapai.

Ilustrasi blueprint dalam organisasi (pexels)

Untuk mencapai tujuan besar tersebut, organisasi butuh pegangan layaknya pembuat bangunan yang butuh blueprint untuk mendirikan bangunan dengan arsitektur dan kualifikasi tertentu yang telah ditentukan. Tanpa blueprint, pembuatan bangunan tersebut bisa gagal, bahkan membahayakan orang-orang saat sudah berdiri. 

Dalam organisasi atau lembaga, blueprint merupakan rancangan atau penyusunan yang dirumuskan sebagai arahan terhadap pelaksanaan kegiatan secara berkesinambungan.

Penggunaan blueprint membuat setiap kegiatan memiliki kesesuaian dengan tuntutan, kebutuhan, dan tantangan. Hal tersebut bisa terjadi karena blueprint memuat kerangka kerja yang terperinci sebagai landasan pembuatan kebijakan.

Secara umum, kerangka kerja organisasi atau lembaga meliputi beberapa hal. Berikut adalah rinciannya.

1) Penetapan tujuan dan sasaran

2) Penyusunan strategi

3) Pelaksanaan program dan fokus kegiatan

4) Langkah-langkah atau implementasi yang harus dilaksanakan masing-masing unit kerja.

Tujuan Penyusunan Blueprint

Organisasi membutuhkan blueprint untuk memperjelas maksud dari arah dan tujuan dari organisasi serta apa yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Berikut adalah tujuan dari penyusunan blueprint dalam organisasi atau lembaga, dikutip Era dari Kanal Informasi.

·         Menjadi landasan hukum untuk pendayagunaan, pemanfaatan, dan pengalokasian sumber daya secara efektif dan efisien untuk pencapaian tujuan.

·         Menghadirkan bingkai atau korelasi masing-masing bagian dalam proses sinkronisasi dan penjabaran kebijakan dan program.

·         Menjadi gambaran jelas bagi pengurus dalam menjalankan program kerja.

·         Menjadi alat untuk menyinkronkan langkah-langkah dan fokus berbagai aktivitas dalam upaya mencapai tujuan ke tahapan dan tujuan-tujuan kecil.

Syarat Penyusunan Blueprint

Ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi dalam membuat blueprint agar terarah, detail, dan jelas. Berikut ini adalah beberapa syarat tersebut.

·         Menentukan visi dan misi yang jelas.

·         Menganalisis kondisi terkini, misalnya menggunakan metode SWOT (strength/kekuatan, weakness/kelemahan, oportunity/kesempatan, treathment/ancaman).

·         Membuat tujuan dengan jelas dan terukur.

·         Membuat rencana aksi untuk mencapai tujuan secara jelas dan terukur.

·         Membuat standard procedure untuk diterapkan dalam organisasi.

·         Membuat peraturan yang jelas.

·         Membuat strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran.

Langkah Mencapai Keberhasilan Blueprint

Blueprint yang baik tidak menjadi keberhasilan suatu organisasi atau lembaga. Blueprint adalah rancangan yang butuh pelaksanaan yang baik. Para manusia yang menjadi komponen dari organisasi atau lembaga tersebut harus bergerak sesuai arahan yang telah termuat dalam blueprint.

Untuk menghadirkan hal tersebut, ada beberapa nilai atau kultur yang harus dibiasakan atau miliki dan dilakukan oleh para pelaku organisasi atau lembaga terkait. Berikut adalah nilai-nilai tersebut.

·         Komitmen dan konsisten

·         Diskusi, kajian, dan riset

·         Empati dan kepekaan terhadap sekitar

·         Kritis dan kreatif

·         Transfer ilmu yang baik

Setelah memahami apa itu blueprint, hal yang selanjutnya harus dilakukan adalah membuat blueprint tersebut dengan baik serta mewujudkannya. Pelaksanaan yang baik sesuai blueprint yang baik meningkatkan kemungkinan keberhasilan organisasi atau lembaga.

Rekomendasi