Extinction Rebellion Juga Eksis di Indonesia

Tim Editor

Extinction Rebellion Indonesia (Ist)

Jakarta, era.id - Belasan anak muda dengan berbagai macam atribut dan spanduk berisi anti perubahan iklim menggelar aksi di arena Car Free Day Jakarta, Minggu (13/10). Mereka turun ke jalan dalam rangka International Rebellion Week, yang serentak digelar di 60 negara termasuk Indonesia.

Extinction Rebellion (XR) merupakan gerakan masyarakat yang ingin menghentikan perubahan iklim dan menghentikan kepunahan massal, serta meminimalkan risiko kehancuran sosial yang akan terjadi akibat efek krisis iklim global. Caranya adalah dengan aksi langsung tanpa kekerasan.

Gerakan yang lahir di Inggris tahun lalu ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan isu darurat iklim melalui diskusi terbuka, serta menyuarakan aspirasi melalui aksi di jalan.

Baca Juga: Mengenal Extinction Rebellion: Pemberontak yang Cinta Lingkungan

"Kita turun ke jalan untuk suarakan pernyataan kita sebagai rakyat yang khawatir terhadap masa depan bumi, agar pemerintah lebih serius lagi menangani isu ini," ujar Koordinator Extincion Rebellion Indonesia, Defrio Nandi kepada era.id, Senin (15/10/2019).

Sehari sebelumnya, XR Indonesia mengadakan diskusi panel terbuka lintas multidisiplin ilmu yaitu dari sisi pengamat kebijakan, sisi pergerakan masyarakat dan dari pemerintah yang bertajuk "Darurat Iklim: Indonesia sudah ada di mana?" Yang bertempat di Workwell Labs Kemang, Jakarta.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Aktivitas manusia; dipercayai dengan keyakinan tinggi, adalah kontributor utama krisis iklim [1]. Emisi global terbukti naik setiap tahunnya, menyebabkan suhu bumi kian meningkat. Kita berada di titik dimana dunia sudah tidak bisa lagi hanya mengandalkan perubahan individual. Sebuah perubahan sistemik sangatlah diperlukan untuk mencegah kepunahan massal yang semakin mendekat. #BertindakSekarang ? Ikut turun ke jalan untuk mendesak urgensi perubahan! International Rebellion Week sudah dimulai, ribuan orang di negara lain sudah menyuarakan aspirasinya, saatnya kita di Indonesia juga ikut bersuara. Sampai bertemu hari Minggu pagi di Car Free Day Jakarta! #SystemChangeNotClimateChange #EverybodyNow #TheTimeisNow #ActNow Referensi: [1] IPCC, 2014: Climate Change 2014: Synthesis Report. Contribution of Working Groups I, II and III to the Fifth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change [Core Writing Team, R.K. Pachauri and L.A. Meyer (eds.)]. IPCC, Geneva, Switzerland, 151 pp. Foto oleh: @resvino

A post shared by Extinction Rebellion Indonesia (@extinctionrebellion.id) on



Saat ini gerakan XR di Indonesia belum begitu masif. Tapi di Eropa dan Inggris Raya, gerakan ini semakin meluas dan menimbulkan beberapa insiden kericuhan hingga disebut pemberontak. Di London, para aktivis XR ditangkap polisi setempat ditangkapi karena dinilai mengganggu kenyamanan publik. Mereka melakukan aksi di pusat kota dan memblokir jalan.

Gerakan yang baru masuk ke Indonesia sekitar tiga bulanan ini beranggotakan belasan orang yang aktif 'kopi darat' tiap minggu. Mereka pun menjaring anggota leat formulir di situs mereka. "Kita juga ada form untuk bergabung di website kita dan sudah lebih dari 100 orang yang terdaftar, 60 orang ada di dalam group chat kita," sambung pria yang lama tinggal di Newcastle, Inggris ini.

Selain Jakarta, XR Indonesia juga akan digaungkan di kota lain seperti Yogyakarta dan Bali. Defrio menegaskan jika gerakan XR bebas dari aktifitas politik dan ideologi apa pun.



Extinction Rebellion Indonesia (Foto: Istimewa)

"Sebagai rakyat yang resah kita ingin mendesak agar pemerintah untuk menanggapi isu ini dengan lebih ambisius dan lebih serius lagi. Kita percaya bahwa isu Krisis Iklim harus ditanggapi dengan serius dari semua pihak politik praktis baik itu dari sisi penguasa ataupun sisi oposisi," tegasnya.

Untuk mempermudah komunikasi, mereka mempunyai beberapa kelompok kerja yang spesifik ke tujuan masing-masing "Ada kelompok seni, kelompok riset, kelompok aksi, dan kelompok outreach. lalu masing-masing kelompok memilih koordinator yang akan jadi agen untuk komunikasi dengan kelompok-kelompok lainnya," ujar Engineer di salah satu perusahaan startup ini. 

Bagaimana? Tertarik ikut gerakan ini gengs?

Tag: hari lingkungan hidup

Bagikan: