Telkom University Sabet 3 Medali Emas di Ajang Paduan Suara Internasional

Tim Editor

Telkom University (Iman Herdiana/era.id)

Bandung, era.id – Kelompok paduan suara Telkom University Choir menggondol 3 medali emas dalam dalam 5th Karangturi International Choir Competition 2019, di Semarang, Jawa Tengah. Kompetisi ini diikuti 58 tim paduan suara dari berbagai penjuru Indonesia dan dari Filipina. Kompetisi digelar 13–16 November 2019 di Liem Liang Peng Theater, Semarang.

Dalam kompetisi tersebut, Telkom University Choir membawa sebanyak 62 penyanyi di bawah asuhan konduktor Aldo Randy Ginting. Jumlah tersebut merupakan komposisi tim dengan penyanyi terbanyak yang pernah dibawa sepanjang 5 tahun Telkom University Choir berkompetisi.

Telkom University Choir mengikuti 3 kategori perlombaan pada 5th Karangturi International Choir Competition 2019, yaitu Musica Sacra Category, Mixed Category serta Folklore Category. Pada kategori Musica Sacra yang diselenggarakan pada tanggal 13 November 2019, Telkom University Choir membawakan Ave Maria karya Lin, Ming-Chieh, Os Justi karya Anton Bruckner, Fecit Potentiam karya Nicholas Rio.

Sedangkan pada Mixed Category yang digelar 14 November 2019, Telkom University Choir membawakan lagu The Heavens’s Flock aransemen Eriks Esenvalds, Zigeunerleben karya Robert Schumann serta Gaur Akelarre karya Josu Elberdin.

Pada kategori Folklore yang digelar 15 November 2019, tim ini membawakan 3 lagu daerah yang berasal dari Indonesia dan Filipina, yaitu Kruhay (Filipina) karya Beny F. Castillon, Percomah (Sunda) aransemen Nicholas Rio, serta Janger (Bali) yang diaransemen oleh Avip Priatna dan Agustinus Bambang Jusana.

Pada setiap kategori tersebut, Telkom University Choir berhasil meraih 3 Gold Medal. Selain itu, tim ini juga meraih gelar champion pada kategori Mixed Choir dan Folklore dengan skor 86,55 (Mixed Choir Category).
Rincian medali dan sertifikat kejuaraan yang diraih Telkom University Choir meliputi Gold Medal of Sacra Music Category, Gold Medal - Champion of Mixed Choir Category, dan Gold Medal - Champion of Folklore Category.

Dengan kemenangan tersebut, Telkom University Choir lolos ke babak Grand Prix yang diselenggarakan pada tanggal 16 November 2019. Di Grand Prix ini, Telkom University Choir berkompetisi dengan 7 paduan suara yang lolos lainnya, yaitu Gratia Choir Unika Soegijapranata, Voca Erudita Female Choir Universitas Negeri Sebelas Maret, Paduan Suara Mahasiswa Universitas Gadjah Mada, St. Louis High School Choir, Angelus Voice SD Pangudi Luhur Semarang, PSM Voca Erudita Universitas Negeri Sebelas Maret dan St. Louis Female Choir.

Ketua Tim Keberangkatan 5th Karangturi International Choir Competition 2019, Ujar Tasya Ronauly, bilang prestasi tersebut hasil dari proses panjang selama persiapan maupun jalannya kompetisi. Ia berharap Telkom University Choir terus berperstasi.

“Semoga kami dapat selalu belajar untuk memperbaiki segala hal sehingga kedepannya Telkom University Choir dapat berkembang dan dapat membanggakan institusi dan negara,” ujar Tasya Ronauly.

Kompetisi tersebut tidak mudah. Peserta harus menghadapi penjurian yang terdiri dari 6 juri dan pakar paduan suara tingkat dunia yaitu Lim Ai Hoii (Singapura), Susanna Saw (Malaysia), Agastya Rama Listya (Indonesia), Budi Utomo Prabowo (Indonesia), Indra Listiyanto (Indonesia) dan Diani Rinarti Sitompul (Indonesia).

Tag: muda bicara

Bagikan: