Empat Panglima Dayak yang Keberadaannya Masih Misterius

Tim Editor

    Suku Dayak (Flickr/Joseph Kiesecker)

    Jakarta, era.id - Sebagai pemegang tampuk kehormatan di suku Dayak, Kalimantan, hingga sekarang keberadaan Panglima mereka masih diperdebatkan. Konon, Panglima suku Dayak sulit ditemui dan keberadaannya masih misterius. 

    Marini, seorang seniman asal Palangkaraya, yang dikutip dari etnis.id, mengaku jika Panglima Burung contohnya adalah sosok jelmaan dari burung enggang.

    “Suku Dayak percaya bahwa Tingang (Enggang) adalah jelmaan Panglima Burung,” lanjutnya.

    Sebenarnya ada berapa Panglima yang dikenal oleh suku Dayak? Berikut ulasannya, seperti dirangkum dari berbagai sumber.

    1. Panglima Api

    Panglima Api kabarnya berasal dari suku Dayak Iban. Ia disebut akan muncul jika terjadi perang dan semua pasukan hampir terdesak atau dipukul mundur. Tanda kehadirannya adalah jika musuh ditemukan tewas terbakar.


    Ilustrasi (Darwis Alwan dari Pixabay) 

    2. Panglima Angsa

    Tetua Dayak dulunya menyebut Panglima Angsa dengan Panglima Kilat atau Panglima Guntur. Ia hadir jika langit bergemuruh atau muncul guntur dari langit saat peperangan. Konon, ia memiliki kemampuan menebas lawan dengan sangat cepat.

    3. Panglima Sumpit

    Panglima Sumpit lekat dengan senjata sumpit khusus yang cuma dimiliki orang Dayak. Sumpit-sumpit asli bernilai tinggi, karenanya tidak dijual di pasaran.

    Bukan sumpit yang dipakai makan ya, melainkan berfungsi sebagai tombak atau senjata tiup, karenanya bisa diisi benda tajam sebagai peluru.

    Sebagai tombak, ujung sumpit dipasangi mata pisau. Pada bagian lobang sumpit, dibuat sangat licin dan lurus sehingga memiliki presisi serupa dengan senapan-senapan modern.


    Ilustrasi (Darwis Alwan dari Pixabay) 

    4. Panglima Naga

    Katanya, Panglima Naga yang paling sulit ditemui. Ia masih sangat misterius. Kekuatannya juga jarang diketahui, namun dipercaya sangat kuat.

    Memang cuma empat? Tidak. Tenyata, Panglima di Dayak lebih dari ini. Seperti Panglima Burung dan Panglima Kumbang dan masih banyak lagi yang jadi misteri.

    Tag: dosa dosa negara kepada kebudayaan

    Bagikan :