Apa Beda Industri Film di Indonesia dan Amerika?

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Los Angeles, era.id – Menjadi seorang filmmaker itu tidak mudah. Persaingannya sangat ketat. Hal itu dialami oleh Livi Zheng saat menulis skenario Brush With Danger. Skenarionya ditolak sampai 32 kali. Namun keyakinan yang membuat dia tetap bertahan. Film Brush With Danger dipuji banyak kritikus film saat dirilis. Sejak saat itu, karir Livi Zheng makin melejit. Karya-karya baru muncul dengan ide dan kreativitas luar biasa dari perempuan asal Blitar, Jawa Timur ini. 

Apa saja film favorit Livi? Lalu apa bedanya industri film di Indonesia dan Amerika? Nah, buat milenial yang bercita-cita jadi Sutradara, Livi Zheng punya tipsnya nih. Yuk cek videonya ya!

Tag: muda bicara sutradara

Bagikan: