Sejarah Nuzulul Quran - Turunnya Ayat Suci Al-Qur'an bagi Umat Manusia

| 28 Mar 2024 05:03
Sejarah Nuzulul Quran - Turunnya Ayat Suci Al-Qur'an bagi Umat Manusia
Sejarah nuzulul quran (unsplash)

ERA.id - Sejarah Nuzulul Quran adalah hal penting yang menyangkut turunnya kitab suci Al-Quran bagi umat Islam.

Menariknya, di balik ayat-ayat suci yang menjadi pedoman hidup bagi umat Islam, terdapat kisah inspiratif tentang awal mula wahyu Allah SWT diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Sejarah Nuzulul Quran

Dilansir dari laman NU Online, pada usia 40 tahun, tepatnya sekitar tahun 608-609 M, Nabi Muhammad SAW melakukan ritual uzlah di Gua Hira  yang terletak sekitar 5 kilometer dari Makkah.

Di dalam Gua Hira, Nabi merenungkan kondisi masyarakat dan mencari ketenangan jiwa. Hingga kemudian pada suatu malam, saat beliau sedang khusyuk beribadah, tiba-tiba Malaikat Jibril datang membawa wahyu pertama.

Jibril memeluk Nabi Muhammad SAW dengan erat dan berkata, "Bacalah!" Namun Nabi Muhammad SAW menjawab, "Aku tidak bisa membaca."

Kemudian Jibril memeluk Nabi  lagi dengan lebih kuat dan mengulangi perintahnya, "Bacalah!" Namun Nabi Muhammad SAW tetap menjawab, "Aku tidak bisa membaca."

Jibril memeluknya untuk ketiga kalinya dan membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an pertama, yaitu Surat Al-Alaq ayat 1-5:

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya."

Peristiwa ini menjadi awal mula turunnya wahyu Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dan menjadi awal mula turunnya Al-Qur'an, kitab suci umat Islam.

Namun sebelum peristiwa ini terjadi, beberapa tanda telah menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW akan menerima wahyu dan menjadi nabi. Salah satunya adalah mimpi-mimpinya yang selalu menjadi kenyataan. Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga sering melakukan uzlah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pandangan Mengenai Turunnya Wahyu Pertama

Peristiwa turunnya wahyu pertama ini merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam. Ini menjadi awal mula penyebaran agama Islam ke seluruh dunia.

Namun Ada dua pandangan mengenai wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW, sebagai berikut:

pandangan mengenai wahyu pertama yang diterima Nabi (unsplash)

  1. Pandangan pertama

Wahyu pertama adalah turunnya Al-Qur'an secara umum pada bulan Ramadhan, sesuai dengan firman Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah ayat 185.

Malaikat yang membawa wahyu diyakini sebagai Jibril, sebagaimana dijelaskan dalam Surat As-Syu'ara ayat 193-195 dan Surat An-Nahl ayat 102. Pendapat ini didukung oleh riwayat Imam Bukhari dari Sayyidah Aisyah RA (As-Shabuni, 2016: 15-16).

  1. Pandangan kedua

Wahyu pertama dalam bentuk surat yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah Surat Al-Muddatstsir. Pendapat ini berdasarkan riwayat Bukhari dan Muslim dari sahabat Jabir bin Abdullah (Syekh Manna’ Al-Qaththan, Mabahits fi Ulumil Qur’an).

Pertanyaan yang diajukan kepada Jabir bin Abdullah kemungkinan merujuk pada surat lengkap yang pertama kali turun, bukan ayat pertama yang diterima Nabi.  Jabir RA mungkin menyebut Surat Al-Muddatstsir sebagai surat utuh yang diterima sebelum Surat Al-Alaq yang turun secara lengkap.

Pandangan kedua diperkuat dengan fakta bahwa Surat Al-Alaq, meskipun turun lebih awal, hanya bagian pertamanya (ayat 1-5) yang diwahyukan. Riwayat Jabir dalam Bukhari dan Muslim juga menyebutkan "masa fatrah wahyu" (masa jeda penurunan wahyu). Ini menunjukkan peristiwa yang diceritakan Jabir terjadi setelah peristiwa di gua Hira, tempat Nabi menerima wahyu pertama berupa Surat Al-Alaq (ayat 1-5).

Sementara itu, terdapat beberapa tahap dalam proses turunnya Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai berikut:

  • Pertama: Allah SWT menurunkan Al-Qur'an secara keseluruhan dari Lauh Mahfudz ke langit dunia.
  • Kedua: Malaikat Jibril kemudian membawanya secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW, sesuai dengan kebutuhan umat Islam pada saat itu. Ayat-ayat Al-Qur'an turun sebagai hukum, respon terhadap kejadian, perintah, larangan, ataupun kisah-kisah dari umat terdahulu.

Mengenai waktu turunnya Al-Qur'an, terdapat perbedaan pendapat mengenai waktu turunnya Al-Qur'an dari langit dunia kepada Nabi Muhammad SAW.

Namun mayoritas ulama sepakat jika Al-Qur'an turun pada malam Senin tanggal 17 Ramadhan. Sementara itu, pendapat lain meyakini jika Al-Qur'an turun pada tanggal 24 Ramadhan.

Selain sejarah Nuzulul Quran, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman…

Rekomendasi