Saat Berkat dari Sungai Gangga Dibalas dengan Laknat Ekologis

Tim Editor

Seorang pria hendak mandi di sunga Gangga, sungai yang dianggap sakral oleh 966 juta warga Hindu di India, namun kini dalam kondisi tercemar. (Foto: Wikimedia Commons)

ERA.id - Bagi 966 juta umat Hindu di India, Gangga adalah 'ibu kesuburan'. Air yang ia bawa dari kaki Himalaya menuju ke Teluk Benggala adalah suci. Kuil-kuil Hindu didirikan di tepi. Upacara mandi suci dilaksanakan setiap tahun di situ.

Gangga tak hanya 'memberi', tapi juga menerima. Sayangnya, yang sungai ini terima tak jauh dari buangan pabrik dan pertanian, limbah rumah sakit, dan residu ritual keagamaan yang jadi beban ekologis.

Alhasil, salah satu sungai terpanjang di dunia itu - berkelok sejauh 2.510 km - saat ini menjadi sungai yang paling tercemar di muka bumi.

'Maa Ganga'

Gangga adalah sungai yang mengalir di India bagian utara. Namanya mewakili sosok dewi dalam agama Hindu yang dipuja sebagai dewi kesuburan dan pembersih segala dosa lewat air suci yang ia curahkan. Tak heran umat Hindu memanggil sungai ini 'Maa Ganga' (Sanskrit: गङ्गा atau  गंगा) alias Ibu Gangga.

Tak sedikit orang yang bergantung pada Sungai Gangga. Sungai ini menjadi pusat kehidupan lebih dari satu miliar jiwa di pertanian, di pabrik, dan di rumah tangga. Mereka bergantung pada sungai Gangga untuk kehidupan, mata pencaharian, dan rezeki spiritual.

Ritual di sungai Gangga
Sepasang umat Hindu Varanasi melakukan ritual di tepi sungai Gangga. (Foto: Wikimedia Commons)

Ada beberapa tempat suci bagi umat Hindu yang berada di sepanjang tepi sungai Gangga, meliputi Haridwar, Allahabad dan Benares. Di Kolkata ada pula beberapa kuil yang dibangun tepat di sisi Sungai Gangga, yakni Kuil Belur Math dan Kuil Dakshineswar Kali.

Setiap tahun, jutaan umat Hindu berziarah ke kuil dan tempat suci di sepanjang Sungai Gangga. Minum darinya adalah cara mengucap bersyukur dan berharap rezeki. Bagi banyak orang Hindu, hidup tidak lengkap tanpa mandi setidaknya sekali seumur hidup di Sungai Gangga demi menghapus dosa.

Mandi di sungai Gangga
Sesaat setelah matahari terbit, warga datang ke tepi sungai Gangga untuk mandi dan memohon berkat. (Foto: Michael Porebiak/Flickr)

Air Suci Bercampur Toksik

Namun, tahukah kamu? Salah satu sungai paling disakralkan di dunia ini juga yang paling tercemar. Menurut laman PBS.org, banyak umat Hindu berusaha agar abu kremasi tubuhnya ditaburkan di sungai Gangga. Tak tanggung-tanggung, ribuan jumlahnya jenazah yang dibakar di sini. Banyak di antaranya yang tidak dikremasi sepenuhnya, sehingga membebani ekosistem Gangga yang disucikan itu.

Praktik agama masih hanya sebagian kecil dari problem yang terjadi. Polusi yang sangat toksik tidak kasat mata, tapi paling berbahaya. Para ahli menghubungkan polusi di Gangga dan sungai lainnya dengan tingginya tingkat penyakit yang ditularkan melalui air di India, yang menewaskan sekitar 1,5 juta anak setiap tahun.

Para peneliti juga menemukan sampel superbug, bakteri yang kebal terhadap antibiotik, di air sungai Gangga. Bakteri semacam itu sudah lebih dulu membiak di perairan Gangga bahkan sebelum mendapat curahan limbah toksik dari pabrik atau rumah sakit.

Sebuah laporan dari New York Times mengonfirmasi hal ini. Superbug di Sungai Gangga menjadi bukti bahwa bakteri yang resisten terhadap antibiotik bisa ditemukan di mana-mana.

Wabah infeksi dari sungai Gangga menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling mendesak di dunia.

Perdana Menteri Narendra Modi, seorang Hindu Varanasi yang taat di Parlemen, telah menjadi proyek pembersihan sungai Gangga sebagai fokus penting dalam pemerintahannya. Dalam video yang diposting online oleh kantornya, Modi bersumpah untuk memulai upaya yang telah mendekam selama beberapa dekade.

Program pembersihan senilai $3 miliar dolar dimulai pada tahun 2015, tetapi polusi masih terus berlanjut, dan hanya menunjukkan sedikit kemajuan pada awal 2020.

Tag: india hindu sungai gangga pencemaran lingkungan

Bagikan: