Tak Wakili Negara, Atlet Rusia Tetap Disambut Meriah Sepulang dari Olimpiade Tokyo

Tim Editor

Atlet-atlet Rusia disambut setelah kembali dari Olimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung di Lapangan Merah di Moskow, Rusia, 9 Agustus 2021. (Foto: REUTERS/EVGENIA NOVOZHENINA)

ERA.id - Rusia mengarak para peraih medali Olimpiade Tokyo di Lapangan Merah di Moskow, merayakan prestasi Komite Olimpiade Rusia (ROC) dalam mencapai jumlah perolehan medali terbanyak sejak Olimpiade Athena 2004.

Rusia mengikuti Olimpiade Tokyo di bawah nama ROC, dan minus bendera dan lagu kebangsaan mereka, akibat sanksi kasus doping yang membelit otoritas olahraga negara tersebut.

Melansir ANTARA, (10/8/2021), para atlet Rusia diarak ke Lapangan Merah dan diperdengarkan lagu kebangsaan Rusia yang dilarang diputar bagi para atlet selama Olimpiade Tokyo. Mereka lalu diarak mengelilingi Moskow dengan bus terbuka.


ROC menyatakan Olimpiade sukses setelah atletnya mengumpulkan total 71 medali, termasuk 20 medali emas.

"Setiap atlet dalam delegasi kita adalah pahlawan," kata Presiden Komite Olimpiade Rusia Stanislav Pozdnyakov yang merupakan mantan pemain anggar Olimpiade, dari panggung yang didirikan di Lapangan Merah.

"Bahkan termasuk mereka yang tak meraih medali," sambung dia seperti dikutip Reuters.

Atlet Rusia yang berhasil pada Olimpiade Tokyo termasuk pesenam putra yang memenangkan emas beregu yang untuk pertama kalinya terjadi sejak 1996,perenang Evgeny Rylov yang meraih dua medali emas gaya punggung 100 dan 200 meter dan atlet lompat tinggi putri Maria Lasitskene.

Skandal Doping Rusia

Melansir ERA.id, Rusia sejak 2019 dilarang oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA) untuk mengirim atletnya di seluruh kompetisi olahraga internasional karena melanggar aturan anti-doping.

Larangan tampil secara resmi bagi Rusia adalah selama dua tahun setelah mendapat potongan dari Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga. Hukuman tersebut secara resmi berakhir pada 16 Desember 2022.

Keberadaan atlet Rusia di Tokyo - atas nama ROC - menunjukkan celah legalitas dalam aturan Olimpiade.

Para atlet, mulai 23 Juli, boleh berlaga sebagai kontingen netral asal bisa membuktikan bahwa diri mereka tak ada sangkut-paut dengan skandal doping Rusia. Tim ROC ini kemudian berlaga dengan warga kebangsaan putih, biru, merah, serta berisi para atlet yang sebelumnya mewakili Rusia di Olimpiade sebelumnya.

Namun, alih-alih membawa bendera Rusia, mereka membuat bendera baru dengan simbol api Olimpiade triwarna di atas lingkaran khas Olimpiade. Kemudian, jika seorang atlet memenangi sebuah nomor cabang olah raga, alias menerima medali emas, lagu 'Piano COncerto No. 1" dari Pyotr Tchaikovsky akan dimainkan, alih-alih lagu kebangsaan Rusia.

Tag: rusia Olimpiade Tokyo doping

Bagikan: