Mengenal Satelit Satria 1 yang Membuat Internet di Indonesia Rata

| 19 Jun 2023 23:02
Mengenal Satelit Satria 1 yang Membuat Internet di Indonesia Rata
Mengenal satelit satria 1 (unsplash)

ERA.id - Beberapa waktu lalu Pelaksana tugas (Plt) Menteri Komunikasi dan Informatika, Mahfud MD, mengungkapkan bahwa Satelit Indonesia Raya (SATRIA-1) direncanakan akan diluncurkan pada tanggal 17 Juni 2023. Untuk itu, mari mengenal Satelit Satria 1 lebih lanjut.

Perlu diketahui, Mahfud juga menegaskan bahwa proyek SATRIA-1 tetap akan berjalan sesuai rencana, tanpa ada kaitan dengan kasus korupsi proyek Base Transceiver Station (BTS).

Pernyataan ini menegaskan bahwa peluncuran SATRIA-1 akan tetap dilaksanakan dan tidak akan terganggu oleh kasus korupsi yang terjadi pada proyek Base Transceiver Station. SATRIA-1 merupakan proyek satelit yang sangat diharapkan akan memberikan manfaat besar bagi Indonesia dalam bidang komunikasi dan informatika.

Mengenal Satelit Satria 1

SATRIA-1 adalah satelit multifungsi pertama yang diinisiasi oleh pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Satelit ini dirancang untuk menyediakan akses internet di titik-titik layanan publik di seluruh Indonesia, terutama di wilayah-wilayah yang tidak terjangkau oleh jaringan serat optik.

SATRIA-1 bertujuan untuk mengatasi kesenjangan digital (unsplash)

Dengan menggunakan teknologi satelit, SATRIA-1 bertujuan untuk mengatasi kesenjangan digital dan meningkatkan konektivitas di wilayah-wilayah terpencil dan terluar. Hal ini memungkinkan akses internet yang lebih luas dan merata bagi masyarakat, termasuk sekolah, pesantren, kantor pemerintah, puskesmas, dan layanan keamanan.

Inisiatif ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses internet di seluruh Nusantara dan memastikan bahwa titik-titik layanan publik dapat terhubung dengan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif, meskipun tidak terjangkau oleh jaringan fiber optik.

Peluncuran Satelit Satria 1

Untuk meluncurkan satelit akan menggunakan roket Falcon 9 yang dimiliki oleh SpaceX, perusahaan milik Elon Musk. Roket tersebut akan membawa satelit SATRIA-1 ke orbit dengan posisi 146 derajat Bujur Timur.

Setelah diluncurkan pada pertengahan Juni, satelit SATRIA-1 diharapkan akan beroperasi pada Triluwan ke-IV pada tahun 2023.

Pemerintah Indonesia mengakui peran penting teknologi digital dalam mewujudkan visi Indonesia maju tahun 2045. Oleh karena itu, penguasaan teknologi digital menjadi faktor kunci dalam mencapai visi tersebut, seperti yang diungkapkan oleh Mahfud.

Satelit ini memiliki teknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) dengan tinggi sekitar 6,5 meter, bobot 4,5 ton, dan kapasitas 150 Gbps.

Satelit ini diharapkan memiliki masa hidup hingga 15 tahun. Dengan spesifikasi tersebut, SATRIA-1 diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan konektivitas dan akses internet di Indonesia.

Estimasi anggaran untuk proyek SATRIA-1 selama 15 tahun, termasuk perancangan, pengoperasian, dan pemeliharaan, sekitar Rp21,4 triliun. Sebagai informasi, nilai kontrak kerjasama konstruksi antara SNT (Satelit Nusantara Tiga) dengan perusahaan asal Perancis, Thales Alenia Space (TAS), pada tahun 2020 mencapai US$550 juta atau sekitar Rp8 triliun.

Setelah diluncurkan, SATRIA-1 akan menjadi satelit multifungsi pertama yang menyediakan konektivitas ke sekitar 150.000 titik layanan publik di seluruh Nusantara. Kapasitas yang besar ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan digital di wilayah-wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Cakupan layanan SATRIA-1 akan mencakup berbagai sektor, termasuk 93.900 titik sekolah dan pesantren untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan ujian berbasis komputer, 47.900 titik kantor desa/kelurahan, kecamatan, dan pemerintah daerah lainnya, 3.700 titik puskesmas dan rumah sakit, serta 3.900 titik layanan keamanan.

Namun, untuk memastikan bahwa layanan internet berbasis satelit dapat diakses oleh pengguna, tidak hanya diperlukan perangkat di luar angkasa, tetapi juga infrastruktur stasiun bumi sebagai "terminal" akses. Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) juga sedang membangun infrastruktur stasiun bumi di berbagai wilayah di Indonesia.

Selain mengenal satelit satria 1, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman

Rekomendasi