Studi: Perilaku Digital Savvy Selama Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Capai 79%

Tim Editor

Ilustrasi transaksi digital (Unsplash/@rupixen)

ERA.id - Selama pandemi dan kondisi working from home, terjadi peningkatan penggunaan transaksi secara online. Data dari Jenius Pay mencatat jumlah nominal transaksi meningkat sebanyak 401% dan volume transaksi meningkat sebanyak 212% pada bulan Oktober 2020 dibanding bulan Maret 2020.

Meningkatnya transaksi digital selama pandemi juga terlihat pada Jenius Study: Perilaku Digital Savvy Selama Masa Adaptasi Kebiasaan Baru yang dilakukan pada Mei 2020 kepada 267 responden berusia 16 – 40 tahun. Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa digital/mobile banking adalah banking channel yang paling sering digunakan selama masa adaptasi kebiasaan baru (79%). 

Waasi B. Sumintardja, Digital Banking Business Product Head Bank BTPN menjelaskan mengenai kolaborasi ini,”Jenius percaya kolaborasi dari berbagai pihak dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem ekonomi digital di Indonesia. Sejalan dengan semangat kokreasi dan kolaborasi yang Jenius usung sejak awal, kami bersama-sama dengan mitra menghadirkan kemudahan bagi masyarakat digital savvy Indonesia dalam bertransaksi online melalui fitur Jenius Pay.”

Hadir dalam kesempatan yang sama, JD.ID, Kitabisa.com, dan Kopi Kenangan berbagi cerita mengenai kolaborasi dengan tipe transaksi digital.

(Dok. Jenius Pay)

“Kitabisa hadir karena kami percaya Indonesia tidak pernah kekurangan #OrangBaik. Apalagi sejak pandemi melanda, jutaan kebaikan tercipta setiap hari. Kehadiran Jenius Pay tentu mendorong ekosistem donasi digital menjadi lebih mudah dan aman, terlebih mayoritas donatur Kitabisa adalah mereka yang juga digital savvy.” jelasRahelyna Mairing, VP of Finance and Compliance Kitabisa.com dalam siaran webinar beberapa waktu lalu.

Pandemi ini telah mengubah cara dunia berbisnis, termasuk cara pelanggan dalam membeli barang konsumsi. Melakukan pembayaran secara digital merupakan salah satu cara yang dipilih pelanggan untuk mengurangi kontak fisik dan melakukan transaksi secara aman. “Bahkan, 70% transaksi di Kopi Kenangan merupakan transaksi digital atau cashless,” kata VP of Product & Growth Kopi Kenangan Marsela Limesa. 

Abraham Luhska Harahap, Head of Partnership and Alliance & Head of Digital Category JD.ID menambahkan bahwa, “Sejak awal pandemi di Indonesia pada bulan Maret 2020 lalu, data kami menunjukkan bahwa rata-rata penjualan mingguan JD.ID meningkat hingga 50%, jika dibandingkan dengan era normal pada tahun yang sama (tahun 2020).

 

Tag: uang elektronik transaksi online

Bagikan: