Telegram Sindir WhatsApp dengan Terang-Terangan di Twitter, Masalah Apa Ya?

Tim Editor

Ilustrasi WhatsApp

ERA.id - Setelah persyaratan terbaru mengenai kebijakan privasi WhatsApp ramai dibincangkan, aplikasi perpesanan Telegram secara terang-terangan menyindir WhatsApp di akun Twitter resmi mereka. Sindiran itu berbentuk gif dengan gerakan joget pengangkat peti mati yang di peti mati itu ditempeli aturan WhatsApp.

Sebenarnya, apa sih masalah Telegram dengan WhatsApp? Ya, tak lain adalah peluang bisnis. Hampir pasti sebagian besar para pengguna WhatsApp dipastikan akan hijrah ke Telegram. Itu sudah dibuktikan dengan laporan yang beredar bahwa Telegram mendapat peningkatan penggunaan yang tiba-tiba. Dilansir dari Reuters, Telegram memperoleh hampir 2,2 juta unduhan, menurut perusahaan analis data Sensor Tower.

- https://era.id/daerah/49309/datangi-posko-crisis-center-seorang-keluarga-korban-sriwijaya-air-di-pontianak-cerita-hal-ini

- https://era.id/nasional/49266/selain-puing-kopaska-tni-al-juga-temukan-potongan-tubuh-di-kepulauan-seribu

- https://era.id/lifestyle/49254/warganet-serang-mbak-you-dan-ramalannya-soal-kecelakaan-pesawat-pada-2020-2021

[/see_also]

Jika para pengguna WhatsApp hijrah, kemungkinan besar dikarenakan WhatsApp yang mengeluarkan persyaratan baru dengan meminta penggunanya untuk menyetujui kemauan pemilik WhatsApp yakni Facebook, beserta anak perusahaannya, agar mengumpulkan data penggunanya termasuk nomor telepon dan lokasi mereka.

Tentunya hal tersebut merugikan. Telegram yang tidak meminta data secara spesifik pasti mendapat keuntungan. Aturan yang dirasa merugikan itu ditunjukkan juga oleh sejumlah aktivis privasi yang mempertanyakan langkah "terima pengambilan data atau keluar" di Twitter, dan menyarankan pengguna untuk beralih ke aplikasi perpesanan lain, seperti Telegram dan Signal.

Atas kebijakan tersebut, pemasangan baru aplikasi WhatsApp turun 11 persen dalam tujuh hari pertama tahun 2021 dibandingkan dengan pekan sebelumnya, meskipun masih berjumlah sekitar 10,5 juta unduhan secara global, kata Sensor Tower.

Tag: Telegram

Bagikan: