Gempa 6,4 SR, Wisata Gunung Rinjani Ditutup

Tim Editor

Dok. istimewa

Jakarta, era.id - Gempa bumi 6,4 Skala Richter (SR) mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain merusak bangunan dan rumah warga, gempa juga menutup kawasan pendakian Gunung Rinjani.

Dalam foto yang diterima era.id dari BNPB, gempa bumi bahkan merusak gerbang Taman Nasional Gunung Rinjani. Terlihat plang gapura pada jalur pendakian melalui Pintu Senaru roboh.

"Berdasarkan laporan juga terdapat longsor cukup besar dari Gunung Rinjani. Material longsoran mengarah ke utara pascagempa 6,4 SR. Saat ini jalur pendakian ke Gunung Rinjani ditutup. Aparat masih melakukan pemantauan terhadap dampak longsor yang ada," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (29/7/2018).

Seperti diketahui, gempa bumi tektonik mengguncang Lombok, Bali dan Sumbawa Minggu (29/7) dengan kekuatan 6,4 SR. Gempa yang terjadi sekitar pukul 05.47 WIB tersebut terletak pada koordinat 8,4 LS dan 116,5 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 47 km arah timur laut Kota Mataram, Propinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 24 km.

Gempa itu juga dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Timur, Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Sumbawa Besar, Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Karangasem, Singaraja, Gianyar dan beberapa wilayah di Bali.


(Dok. Istimewa BNPB)

3 Hari Tanggap Darurat

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang Zainul Majdi, menetapkan waktu tiga hari sebagai masa tanggap darurat sebagai penanganan gempa bumi yang terjadi di Lombok dan sekitarnya.

Ia mengatakan akibat gempa tersebut, telah ditemukan korban meninggal 10 orang dan lebih dari seratus orang korban luka-luka.

"Kita fokus penanganan penyelamatan dahulu. Polisi dan Basarnas, semua aparat dikerahkan. Untuk tiga hari ini kita masa tanggap darurat," kata TGB seperti dikutip dari Antara.

TGB juga menyampaikan bela sungkawa yang mendalam terhadap para korban bencana gempa. "Kita berduka cita karena ada musibah gempa yang tidak bisa dihindarkan, musibah yang memang merupakan ketetapan Allah SWT. Pagi hari ini dan baru saja susul menyusul," lanjutnya.

Dari data sementara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga pukul 12.00 WIB telah terjadi 104 kali gempa susulan dengan intensitas magnitudo kecil. Kendati demikian gempa tidak berpotensi mengakibatkan tsunami. BMKG meminta masyarakat untuk tetap waspada.
 

Tag: gempa gempa ntb

Bagikan: