Gaya Ngetem Angkot di Margonda yang Bikin Kesal

Tim Editor

Kemacetan akibat angkot ngetem di Margonda (Dokumentasi era.id)

Depok, era.id - Toni cuma bisa menghela napas panjang karena telat menghadiri rapat tepat waktu di Lenteng Agung. Dia salah memperkirakan kemacetan. Butuh waktu hampir setengah jam mobilnya bisa melewati Detos-Pondok Cina yang jaraknya tak lebih dari sekilo.

Toni makin jengkel setelah tahu apa yang bikin jalanan siang tadi macet parah. Penyebabnya 'cuma' tujuh angkot dan belasan abang-abang ojol. Jumlahnya memang sedikit. Tapi ketika mereka ngetem, bisa menyita setengah lajur dari empat yang tersedia di kawasan paling sibuk di Kota Depok ini.

Apa yang dilakukan para sopir angkot ini memang sungguh ngeselin. Apalagi buat warga yang jadikan Margonda sebagai jalur utama mereka beraktivitas. Biasanya aksi ngetem 'seenak udel' ini makin merajalela menjelang siang hingga sore. Mereka tak akan berani 'beraksi' pagi karena langsung disikat polisi dan Dishub Depok yang siaga di sepanjang Margonda.

Namun begitu para petugas mulai balik kanan, di sinilah saatnya para sopir angkot dan timer serta abang-abang ojol leluasa ngetem. Jangankan mobil, motor saja kesulitan bisa meliuj-liuk layaknya stuntman Presiden Jokowi di kala opening ceremony Asiang Games 2018.

Karena angkot ngetem, kemacetan parah bisa terjadi di Margonda (dokumentasi era.id)

Sisi lajur paling kiri biasanya dididuki oleh gerombolan abang ojol yang menanti penumpang dari Stasiun Pondok Cina. Mereka tidak bisa masuk mendekati stasiun karena kawasan itu dikuasai sepenuhnya oleh ojek pangkalan. Kalau nekat mengambil penumpang dalam radius tertentu dari stasiun, bisa-bisa malah terjadi adu mulut sesama ojek.

Sisi lajur berikutnya ini yang jadi lokasi favorit sopir angkot untuk ngetem. Berbekal komando dari timer, mereka akan 'memarkir' rapih angkotnya di tengah jalan. Biasanya angkot yang ngetem bisa hingga lima hingga delapan, memanjang mengarah Lenteng Agung.

Kalau angkot yang terdekat akses pintu masuk Stasiun Pondok Cina sudah penuh, sopir akan langsung pergi setelah membayar jasa ke timer tentunya. Setelah itu, giliran angkot yang ada di depannya yang mundur. Itu pun diurus oleh timer. Makanya kunci angkot biasanya ditinggalkan di dalam. Sang sopir? Entah berkelana ke mana dulu sambil siaga jaga-jaga polisi atau Dishub melintas.

"Pokoknya kami terima beres saja," kata Lombok, salah satu sopir angkot saat ditemui awal pekan ini.

Karena angkot ngetem, kemacetan parah bisa terjadi di Margonda (dokumentasi era.id)

Karena angkot ngetem, kemacetan parah bisa terjadi di Margonda (dokumentasi era.id)

Tag: kemacetan

Bagikan: