Momen Hangat Presiden Moon dan Kim Jong-un

Tim Editor

Pelukan hangat Moon dan Kim (Twitter: The Office of President Moon Jae-in)

Pyongyang, era.id - Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un melakukan pertemuan bersejarah di Pyongyang. Momen bersejarah keduanya pun diungkapkan dalam satu pelukan hangat.

Ini pertama kalinya Presiden Korea Selatan berkunjung ke Pyongyang Korea Utara. Ada alasan kuat bagi Moon untuk berkunjung ke sana. Selain membahas masalah denuklirisasi, tersirat pula keingian reunifikasi bagi kedua negara yang telah terpisah sejak 1945 itu.

Sambutan hangat di bandara Pyongyang saat kedatangan Moon bersama istri yang disambut langsung oleh Kim Jong-un hingga parade bendera yang meriah mengiringi keduanya di jalan-jalan Korea Utara. 

Sedikit info untuk kalian, kalau Moon merupakan seorang putra dari pengungsi Korea Utara yang melarikan diri saat Perang Korea terjadi di tahun 1950. Kedatangannya kembali ke Pyongyang dengan sambutan yang hangat tentu akan menjadi sebuah pertanda yang baik antara kedua negara tersebut.

Arak-arakan bunga di sepanjang jalan

Sambutan meriah di sepanjang Jalan Kota Pyongyang (Korea Broadcasting)

Mengutip dari Vox, Rabu (19/9/2018), penduduk Korea Utara memadati jalan-jalan Pyongyang saat kedua pemimpin negara itu melintas. Dengan membawa bunga dan bendera kecil mereka meneriakkan kata "Ibu Pertiwi! Reunifikasi," ungkap mereka. 
 

Teriakan itu seakan mengirimkan pesan kepada Kim maupun Moon untuk reunifikasi Korea dan perdamaian bagi kedua negara. 



Moon dan Kim dapat Standing Ovation
 

Kedua pemimpin itu kembali mendapat sambutan meriah, saat Moon dan Kim menyaksikan pagelaran Orkestra Samjiyon di Grand Theater Pyongyang. Tepuk tangan dan sambutan meriah pun membahanan di dalam ruang teater tersebut.

Presiden Moon sampaikan pesan hangat

Presiden Korsel Moon, menuliskan pesan singkatnya untuk Pemimpin Korut Kim Jong-un pada buku tamu pertemuan Korea Summit itu. Moon menuliskan harapannya agar kedua negara damai dan bisa bersatu.

"Perdamaian dan kemakmuran, hati bangsa adalah satu!" tulis Moon seperti dikutip dari VOA News.
 

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga menyambut baik pertemuan kedua pemimpin negara Korea Utara dan Selatan itu. Melalui akun Twitternya, Trump mengatakan hasil dari pertemuan itu menjadi sebuah pertanda tidak ada lagi uji coba rudal maupun senjata nuklir yang telah disepakati Kim Jong-un.
 

Supaya kalian tahu, baik Moon maupun Kim telah menandatangani kesepakatan bersama dalam pertemuan Korea Summit yang diadakan di Pyongyang Korea Utara. 

Kedua pihak bertukar pandangan secara mendalam tentang berbagai masalah yang muncul menyangkut percepatan pembangunan hubungan utara-selatan dan menerapkan deklarasi Panmunjom secara penuh.    

Melalui deklarasi itu, kedua pemimpin menyatakan komitmen terhadap penghapusan senjata nuklir di Semenanjung Korea dan menyepakati berbagai langkah untuk menurunkan ketegangan militer di Semenanjung Korea.

Sebelum meninggalkan Pyongyang, Moon mengatakan ia berencana melakukan banyak pembicaraan secara terbuka dengan Kim dalam upaya mewujudkan perdamaian abadi di Semenanjung Korea serta membantu dimulainya kembali dialog antara Korea Utara dan Amerika Serikat soal perlucutan senjata nuklir di Semenanjung Korea.

Kunjungan Moon adalah yang pertama kalinya dilakukan oleh seorang kepala negara Korea Selatan ke Pyongyang dalam 11 tahun terakhir ini. Ia dan Kim sebelumnya bertemu dua kali dalam tahun ini.

Tag: korea utara korea selatan konflik korea

Bagikan: