Bawaslu: Lombok Timur Jadi Daerah Paling Rawan Kecurangan

Tim Editor

Ketua Bawaslu Abhan Misbah (Diah/era.id)

Jakarta, era.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menerbitkan Indeks Kerawanan Pemilu 2019 yang dapat digunakan sebagai produk penelitian pengawasan kerawanan jelang kontestasi politik tahun depan. Berdasarkan laporan tersebut didapati sejumlah daerah yang paling rawan terjadi pelanggaran.

"Berdasarkan hasil penelitian dalam indek kerawanan Pemilu 2019, skor IKP nasional berada dalam kategori sedang, dengan rata-rata skor nasional sebesar 43,89-53,80," tutur Ketua Bawaslu Abhan Misbah dalam peluncuran IKP Nasional Pemilu 2019 di Hotel Bidakara, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (25/9/2018).

Dari hasil penelitian Bawaslu tersebut, terdapat dua kabupaten masuk dalam kategori rawan tinggi, yaitu Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat.

"Dari 514 kabupaten/kota, ada dua kabupaten dengan IKP yang masuk kategori tinggi. Keduanya yakni ada Kabupaten Lombok Timur dengan IKP 70,02 dan Kabupaten Teluk Bintuni dengan IKP 66,47," kata Abhan.

Selain memetakan daerah yang rawan terjadi pelanggaran pemilu, Bawaslu juga memetakan isu-isu apa saja yang berpotensi muncul saat Pemilu 2019. Abhan menuturkan berbagai isu tersebut merupakan pemicu pelanggaran pemilu.

Melanjutkan, Anggota Bawaslu Mochamad Afifuddin berharap, IKP yang baru saja diluncurkan tersebut bisa menjadi acuan bagi Bawaslu untuk menindaklanjutinpotensi kerawanan Pemilu 2019.

"Kita harapkan gambaran ini menjadi pemetaan kita untuk antispasi potensi kecurangan yang mungkin akan terjadi terutama di tahapan kampanye sampai ke belakang," ungkap Afif.

Tag: bawaslu pemilu 2019

Bagikan: