Gara-gara Namanya, Politisi Belgia Gagal Kampanye di Facebook

Tim Editor

Poster kampanye Luc Anus yang dilarang Facebook

Jakarta, era.id - Seorang kandidat dewan kota di Region Wallonia, Belgia dilarang berkampanye di Facebook. Lantaran nama belakangnya dianggap sedikit nyeleneh dan tidak biasa. 

Dilansir Daily Mirror Inggris, Selasa (25/9/2018), politisi bernama Luc Anus tengah bertarung di pemilihan dewan kota Lobbes dari jalur Partai Sosialis dan berkampanye di media sosial Facebook.

Namun, karena nama belakangnya 'Anus' dianggap telah menyalahi aturan sensor di Facebook. Alhasil agar tetap bisa berkampanye, ia terpaksa mengubah namanya jadi Luc Anu.

"Facebook tidak menerima nama saya," ujar Luc seperti dikutip era.id.

Tak hanya bermasalah di Facebook, kini Luc juga harus menjadi viral di media sosial karena seseorang mengunggah poster pencalonannya. Luc pun jadi bahan ejekan di Belgia dan beberapa negara lainnya.

Sementara Russian Today mengatakan, banyak orang tidak percaya dengan nama Luc yang mirip dengan bagian tubuh di pantat itu. Tak jarang orang yang ditemui Luc menyarankan, agar ia segera mengganti namanya.
 

Namun, Luc menegaskan ia tidak pernah mempunyai niat untuk mengubah nama belakangnya. Bahkan ketika dia masih bersekolah sekalipun. 

"Saya tidak termakan segala candaan maupun ejekan yang mereka lontarkan terkait. Saya bisa menangani mereka," ujar Anus. Dia mendapat dukungan dari netizen yang memintanya untuk tak mengganti nama belakangnya karena dia seharusnya bangga akan itu. 

Merujuk kepada dinas kependudukan dan catatan sipil, ada 49 orang dengan nama belakang Anus. Mereka semuanya hidup di Wallonia yang merupakan kawasan berbahasa Perancis.

Tag: belgia

Bagikan: