Selama 2018, KPK Tetapkan 78 Orang Tersangka dari OTT

Tim Editor

Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. (Tasha/era.id)

Jakarta, era.id - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mencatat, selama tahun 2018 hingga saat ini sudah ada 78 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dari hasil operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

"Kegiatan tangkap tangan yang dilakukan KPK di Pasuruan merupakan OTT yang ke-22 di tahun 2018 dengan jumlah total tersangka 78 orang," kata Alexander dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (5/10/2018).

Dia menyebut, pihaknya cukup menyesalkan dengan banyaknya kepala daerah yang terjaring operasi senyap karena melakukan tindak korupsi, baik menerima suap maupun gratifikasi. 

"Pada tahun 2018 dari kegiatan tangkap tangan sampai hari ini 16 kepala daerah telah diproses, yang terdiri dari satu orang gubernur, 13 orang bupati, dan dua orang wali kota," ungkap Alexander.

Menurut Alexander, tindak korupsi yang dilakukan oleh kepala daerah ini tentunya sangat merugikan masyarakat setempat. Apalagi, mirisnya, para kepala daerah ini telah dipilih melalui proses demokrasi yang membutuhkan biaya penyelenggaraan yang tidak sedikit.

Sebagai informasi, KPK telah melakukan sejumlah operasi senyap dan menangkap kepala daerah. Terakhir, lembaga antirasuah itu menetapkan Wali Kota Pasuruan Setiyono sebagai tersangka dalam dugaan suap terkait proyek di lingkungan Pemkot Pasuruan tahun anggaran 2018. 

"Setelah melakukan pemeriksaan dilanjutkan gelar perkara, sebelum 1x24 jam disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji oleh Wali Kota Pasuaruan terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan yang bersumber dari APBD Tahun 2018," kata Alexander.

Baca Juga : Wali Kota Pasuruan Ditangkap Terkait Suap Proyek

Selain menetapkan Setiyono sebagai tersangka penerima suap, KPK juga menetapkan dua orang lainnya sebagai penerima suap yaitu Dwi Fitri Nurcahyo (DWF) dan Wahyu Tri Hardianto (WTH). Sementara dari pihak pemberi, KPK menetapkan seorang tersangka yaitu Muhammad Baqir (MB).

Dalam kasus itu, KPK menduga Setiyono menerima hadiah atau janji dari rekanan atau mitra Pemkot Pasuruan. Penerimaan ini diduga terkait proyek belanja modal gedung dan bangunan pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu-Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah pada dinas Koperasi dan Usaha Mikro di Pemkot Pasuruan. Penerimaan pun diduga melalui orang dekat Setiyono.


(Ilustrasi/era.id)

Tag: ott kpk korupsi kepala daerah kpk ott anggota dpr ott hakim

Bagikan: