Bawaslu Bakal Minta Keterangan Ratna di Tahanan

Tim Editor

Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar. (Diah/era.id)

Jakarta, era.id - Badan Pengawas Pemilu akan meminta keterangan Ratna Sarumpaet terkait penyebaran berita bohong pengeroyokan dirinya yang disampaikan oleh kubu nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Keterangan ini diperlukan untuk menindaklanjuti laporan yang diterima Bawaslu atas dugaan pelanggaran pemilu, melakukan kampanye hitam terkait kabar hoaks Ratna yang dianiaya.

Kendati saat ini Ratna sedang berada dalam tahanan Polda Metro Jaya karena jadi tersangka pelanggaran Undang-Undang ITE terkait penyiaran berita bohong, Bawaslu tetap akan meminta keterangannya di sana. 

"Ya kan bisa kami datang. Kami akan jumpai ibu Ratna," ujar Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar kepada wartawan, Selasa, (9/10/2018).


Kronolgi drama Ratna Sarumpaet. (Audrey/era.id)

Meski demikian, Bawaslu masih mengklarifikasi unsur formil dan materil laporan dugaan pemberitaan hoaks yang ditujukan kepada pasangan Prabowo-Sandi ini selama enam hari sejak laporan masuk.

"Sekarang kan sudah ada pelaporan, nah laporan itu kan harus diklarifikasi. Artinya pelapor sama saksi pelapor itu akan dipanggil untuk mengklarifikasi," imbuh dia.

Fritz lalu menjelaskan dua kemungkinan tindak lanjut untuk mengusut kasus laporan selama 14 hari kerja jika laporan telah terregister.

"Apabila dugaannya ada pelanggaran maka si terlapor akan diundang untuk klarifikasi. Kalau memang dibutuhkan akan dipanggil. Tapi kalau memang sejak kajian awal, sejak pemeriksaan pelapor dan saksi pelapor ternyata tidak ada dugaan pelanggarannya, pelapor bisa saja tidak akan dipanggil, langsung diberikan status," ungkap dia.

Sebelumnya, pada Kamis (4/10) lalu, organisasi Garda Nasional untuk Rakyat (GNR) melaporkan Prabowo ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) atas dugaan pelanggaran pemilu dengan melakukan kampanye hitam terkait kabar hoaks Ratna yang dianiaya.

Baca Juga : Ma'ruf Amin Persilakan PA 212 Dampingi Pemeriksaan Amien Rais

Pelaporan dugaan kampanye hitam tersebut didasari pada pernyataan Prabowo yang terkesan mendiskreditkan kubu lawannya, yaitu kubu Jokowi-Ma'ruf dan seakan menduga tim paslon nomor 01 itulah dalang dari penganiayaan Ratna. 

Selain itu, Direktorat Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin juga mendatangi Bawaslu. Timses Jokowi mengadukan adanya ketidakseriusan komitmen pemilu damai terkait hoaks Ratna Sarumpaet.

Tag: ratna sarumpaet ditangkap

Bagikan: