Kasus Peluru Nyasar di DPR, Dua PNS Jadi Tersangka

Tim Editor

Konferensi pers penembakan ruang kerja anggota DPR. (Mery/era.id)

Jakarta, era.id - Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers terkait insiden peluru nyasar yang menembus ruang kerja anggota DPR Bambang Heri Purnama (Golkar) dan Wenny Warouw (Gerindra) pada Senin (15/10) kemarin. Hasilnya dua orang ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa tersebut.

Dir Reskrimum Kombes Nico Afinta mengatakan, Subdit 6 Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah melakukan penangkapan dua orang terduga pelaku kasus peluru nyasar yang sampai menembus lantai 16 dan 13 Gedung Nusantara I, DPR, Kompleks Parlemen, pada Senin (15/10).

Kedua pelaku tersebut berinisial I (32) asal Tanggerang Selatan dan R (34) asal Duren Sawit, Jakarta Timur. Keduanya diketahui berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil ( PNS) dari Kementerian Perhubungan.

Baca Juga : Peluru Nyasar Tembus Kerudung Staf DPR

Polisi juga mengamankan barang bukti yang digunakan pelaku berupa 1 pucuk senjata api berwarna hitam cokelat jenis Glock 17 berkaliber 9x19 mm, buatan Austria; 3 buah magazine berikut dengan 3 kotak peluru.


Barang bukti senjata yang digunakan pelaku. (Mery/era.id)


Barang bukti peluru yang digunakan pelaku. (Mery/era.id)

Baca Juga : Wenny Warouw Tak Puas dengan Pernyataan Polri

Selain itu, ada juga barang bukti lain berupa 1 pucuk senjata api merek AKAI Costum buatan Austria kaliber 40 mm warna hitam, 2 buah Magazine berikut 1 kotak peluru ukuran 40.

Atas kejadian ini keduanya dikenakan Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Baca Juga : Peluru Nyasar Tembus Kerudung Staf DPR

Tag: peluru di ruang anggota dpr

Bagikan: