Wenny Ungkap Mengapa Glock 17 Punya Jarak Tembak Jauh

Tim Editor

Konferensi pers tersangka penembak ruang kerja anggota DPR. (Mery/era.id)

Jakarta, era.id - Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Gerindra Wenny Warouw mempertanyakan soal jarak tempuh efesien senjata Glock 17 yang digunakan oleh tersangka I. Kata dia, senjata itu hanya mampu menempuh jarak 50 meter. Namun, jika memang senjata ini dimodifikasi dengan switch custom, jarak tembak jadi bertambah.

"Itu akan mempengaruhi, switch custom itu kan penambah tekanan, bisa lari kencang pelurunya," kata Wenny, di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/10/2018).

"Jarak efesiennya 50 meter, pakai switch custom bisa sampai 500 meter," tuturnya.

Baca Juga : Inilah Tampang Dua Penembak Ruangan Anggota DPR

Jika benar tersangka penembak ruang kerja anggota DPR itu menggunakan switch custom, Wenny mempertanyakan, untuk apa mereka menggunakan itu saat latihan. Sebab, kata dia, jarak sasaran tembak untuk latihan paling jauh hanya 10 meter.


Senjata yang digunakan tersangka. (Mery/era.id)

Supaya kamu tahu, sebelum menjabat sebagai anggota Komisi III DPR, Wenny mengabdikan dirinya selama 34 tahun menjadi polisi. Dia dikenal sebagai seorang investigator ulung dan sempat menjabat sebagai Direktur Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal (Direksus Bareskrim) Polri tahun 2006 hingga 2008.

Wenny fokus menyelidiki kasus tindak pidana di bidang perbankan, pajak, asuransi, cyber crime, money laundering, serta hak atas kekayaan intelektual.  

"Ini yang harus dipertanyakan. Untuk apa kedua tersangka I dan R ini menambahkan modofikasi switch custom untuk latihan. Ini saya belum tanya apakah ditambahkan teleskop, kalau iya berati ada target yang ingin disasar," tegasnya.

Baca Juga : Wenny Warouw Tak Puas dengan Pernyataan Polri


Peluru yang digunakan tersangka. (Mery/era.id)

Selain itu, Wenny juga membantah, pernyataan kepolisian yang menyatakan bahwa I dan R bukan merupakan anggota Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin).

Sebab, dia punya bukti tersangka I adalah anggota Perbakin. Hal itu diketahui setelah dia melakukan sidak ke Perbakin. 

"Bagaimana gugup orang sudah punya sertifikat. Kan berlawanan lagi penjelasan itu. Orang kalau sudah punya sertifikat enggak begitu. Coba kau sudah pakar sudah ahli dikasih barang itu kok masih bilang cari alasan pembenaran. Enggak boleh mereka harus diperiksa oleh ahli dong. Jadi sertifikat yang mereka pegang palsu dong?" tuturnya.

Baca Juga : Ada Peluru Nyasar Lagi ke Ruangan Anggota DPR

Di samping itu, Pengurus Perbakin Anom H Reksodirjo membenarkan bahwa tersangka I terdaftar sebagia anggota dan memiliki sertifikat dari Perbakin.

"Iya benar terdaftar. Ada sertifikatnya betul," tutur Anom.


Sertifikat Perbakin tersangka I, penembak ruang kerja anggota DPR. (Mery/era.id)

Tag: peluru di ruang anggota dpr

Bagikan: