LSI: Hoaks Ratna Gerus 17,9 Persen Pendukung Prabowo

Tim Editor

Capres Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)

Jakarta, era.id - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei tentang pengaruh kasus hoaks Ratna Sarumpaet terhadap sentimen publik kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu Presiden 2019.

"Kasus hoaks ini bisa berdampak pada keterpilihan dalam kontestasi politik karena Ratna pernah menjadi anggota tim pemenangan paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, sebelum mengundurkan diri," tutur Peneliti LSI Denny JA Ikrama Masloman di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (23/10/2018).

Hasil survei menunjukkan, sebanyak 17,9 persen publik lebih tidak mendukung pasangan calon Prabowo-Sandiaga, sementara 6,6 persen publik lebih tidak mendukung paslon Jokowi-Ma'ruf. Kemudian, sebanyak 25 persen publik lebih memilih Jokowi-Ma'ruf dan 11,6 persen lebih memilih Prabowo-Sandiaga.

"Survei menemukan bahwa kasus hoaks Ratna Sarumpaet meningkatkan sentimen negatif terhadap Prabowo-Sandiaga dan meningkatkan sentimen positif kepada Jokowi-Ma'ruf," ungkap dia.



Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar +/- 2,9 persen yang dilaksanakan kepada 1.200 respoden seluruh Indonesia mulai 10-19 Oktober 2018.

Untuk kamu tahu, kasus ini bermula ketika Ratna mengaku ke anak-anaknya menjadi korban penganiayaan di sekitaran bandara Bandung pada 21 September lalu. Mukanya bengkak-bengkak akibat penganiayaan itu. Narasi penganiayan ini pun disebarluaskan oleh sejumlah tokoh nasional, terutama pihak Badan Pemenangan Nasional pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Baca Juga : Kubu Jokowi Minta Kasus Ratna Diselesaikan Hingga Tuntas

Nyatanya, itu cuma khayalan Ratna saja yang malu karena operasi sedot lemak di RS Bina Estetika, Menteng, tidak berjalan seperti biasanya. Atas kasus ini, mantan juru bicara tim pemenangan Prabowo-Sandiaga ini pun ditangkap polisi untuk dimintai pertanggunjawabannya. Ratna dijerat pasal 14 UU Nomor 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan pasal 28 UU Informasi dan Transaksi Elektronik.

Tag: ratna sarumpaet dipukuli ratna sarumpaet ditangkap prabowo-sandiaga

Bagikan: