Jokowi-Ma'ruf Targetkan 70 Persen Suara di Pilpres 2019

Tim Editor

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam acara Rakernas Tim Kampanye Nasional dan Daerah Joko Widodo-Ma'ruf Amin. (Wardhany/era.id)

Surabaya, era.id - Tim Kampanye Nasional dan Daerah Joko Widodo-Ma'ruf Amin menargetkan 70 persen suara dalam Pemilu Presiden 2019. Target ini merupakan hasil Rapat Kerja Nasional Tim Kampanye Nasional dan Daerah Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Empire Palace, Surabaya, Minggu (28/10/2018).

“Rakernas Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin menyepakati pencapaian target Pilpres sebesar 70 persen,” kata Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto membacakan hasil rekomendasi rakernas.

Angka yang tinggi ini ini disebut dengan percaya diri karena melihat kesuksesan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla pada periode 2014-2019. Selain itu, pemerintah Jokowi juga dianggap sukses menyelenggarakan acara besar dunia yang bisa dijadikan modal pendulang elektabilitas. Acara tersebut adalah Asian Games, Asian Para Games, dan Annual Meeting IMF-World Bank.

Dengan target sebesar itu, Sekjen PDI Perjuangan ini mengatakan sembilan partai pengusung harus menggerakkan seluruh elemen partai, termasuk kepala daerah dan caleg di semua tingkatan. Pasangan Jokowi-Ma'ruf didukung oleh PDIP, Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Hanura, PPP, PKB, PSI, Partai Perindo dan PKPI.

Selain target, rakernas tersebut juga merekomendasikan pentingnya sinergi tim pemenangan antara partai, relawan, tokoh serta seluruh elemen masyarakat. Selanjutnya, anggota caleg dan anggota tim kampanye bakal dapat sanksi jika mereka kedapatan mengkampanyekan capres-cawapres lain.

“Penegakan sanksi disiplin organisasi bagi seluruh anggota dan kader partai yang terbukti mengkampanyekan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden lain akan diberlakukan sesuai mekanisme dan peraturan setiap partai politik Koalisi Indonesia Kerja,” kata dia.

Rakernas ini juga merekomendasikan penguatan relawan serta pemantapan Direktorat Penggalangan Pemuda dan Perempuan untuk menyiapkan juru kampanye untuk melakukan canvasing, dan kampanye door to door serta kampanye dengan konten yang kreatif.

Rekomendasi lain, jubir dan influencer akan secara bertahap melakukan pelatihan untuk menampilkan kekuatan rekam jejak, gagasan dan program serta narasi soal kemajuan Indonesia pada era Jokowi.


Joko Widodo menghadiri acara Rakernas Tim Kampanye Nasional dan Daerah Jokowi-Ma'ruf. (Wardhany/era.id)

Rakernas singgung soal hoaks Ratna Sarumpaet

Masalah hoaks juga menjadi sorotan pada rakernas ini. Contoh kasusnya, pemukulan Ratna Sarumpaet yang berakhir dengan ditetapkannya aktivis wanita tersebut sebagai tersangka penyebaran berita bohong. 

Pada butir hasil rekomendasi Rakernas itu terdapat poin di mana tim kampanye Jokowi-Ma’ruf mendorong KPU dan Bawaslu untuk memerangi hoaks dan kampanye hitam di Pilpres 2019.

“Rakernas mendukung upaya aparat penegak hukum untuk mengusut secara tuntas kasus kebohongan terstruktur, masif dan terencana berupa kasus Ratna Sarumpaet guna menciptakan efek jera dan untuk mencegah kasus kebohongan terencana tersebut terjadi lagi,” ucap Hasto.

“Pasti enggak mau jadi Ratna Sarumpaet dan teman-temannya di sini,” imbuhnya.


Ma'ruf Amin menghadiri acara Rakernas Tim Kampanye Nasional dan Daerah Jokowi-Ma'ruf. (Wardhany/era.id)

Rekomendasi lain, sambung Hasto, adalah minta KPU dan Bawaslu meningkatkan sosialiasi agar semua aturan pemilu bisa dipahami jajarannya. Hasto mengungkit soal iklan nomor rekening di media cetak yang merupakan cara mereka untuk menjalankan kampanye yang kredibel dan akuntabilitas.

“Kita masang data rekening, karena kita ingin Jokowi-Ma’ruf dengan partisipasi publik besar ada peningkatan penggunaan rekening kampanye diaudit akuntan publik. Ini kita lakukan 2014, tetapi begitu kita umumkan kita malah ditegur,” ujarnya.

Terakhir, rekomendasi itu juga meminta agar tim kampane kemudian membuat tim hukum dan advokasi di semua tingkatan tim kampanye. Tujuannya, untuk melaporkan bentuk pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh tim atau pasangan calon lain.

Tag: jokowi-maruf amin pemilu 2019 pilpres 2019

Bagikan: