Lion Air JT 610 Baru Beroperasi 2 Bulan

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta, era.id - Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro menyatakan, pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh merupakan pesawat yang baru dioperasikan.

"Pesawat dengan regitrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8. Pesawat ini buatan 2018 dan baru dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018. Pesawat dinyatakan laik operasi," jelas Danang dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/10/2018).

Sependapat, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi Soerjanto menyatakan, pesawat tersebut baru mengudara selama 800 jam dalam durasi dua bulan. 

"Sebenarnya pesawat ini kan pengembangan dari 737 klasik. 737 yang NG terus 737 max ini yg paling baru dan modern dari 737 series ini. Jadi kekurangan dari model pesawat yang lama dia perbaiki di model baru ini," kata Soerjanto.

Pesawat ini dikomandoi Capt. Bhavye Suneja dengan copilot Harvino bersama enam awak kabin atas nama Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula. 

Danang bilang, kapten pilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan co-pilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang.

Diketahui, Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang hilang kontak setelah lepas landas selama beberapa menit dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten.

Pesawat tersebut membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak dan 2 bayi, dengan 2 pilot dan 6 kru pesawat.

Baca Juga : Basarnas Pastikan Lion Air Jatuh Setelah Hilang dari Radar
 

Tag: pegawai kemenkeu jadi korban pesawat jatuh lion air lion air jatuh

Bagikan: