Keluarga Penumpang Lion Air Diminta Datangi RS Polri

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta, era.id - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Argo Yuwono mengimbau kepada keluarga penumpang pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang untuk datang ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga (korban) Lion Air JT 610 agar ke RS Polri Kramat Jati untuk diambil data ante mortem-nya," ujar Argo kepada wartawan, Senin (29/10/2018).

Argo melanjutkan, kepada masyarakat yang nantinya datang ke RS Polri harap membawa data lengkap mengenai identitas korban untuk mempermudah identifikasi lebih lanjut mengenai ciri-ciri korban.

"Kemudian menyertakan data medis, properti, ijasah yang ada sidik jarinya, foto diri terakhir dan ciri khas lainnya pada korban," tutur dia.

Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Pesawat tersebut mengalami masalah saat terbang dan berupaya kembali ke Jakarta namun jatuh di Perairan Tanjung Karawang. Pesawat ini berangkat pada pukul 06.10 WIB dan sesuai jadwal akan tiba di Pangkal Pinang pada Pukul 07.20 WIB.

Pesawat tipe Boeing 737 Max 8 dengan Nomor Penerbangan JT 610 terbang dari Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang. Pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP dilaporkan terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S - 107 07.16 E.

Pesawat tersebut membawa 178 penumpang dewasa, seorang anak dan 2 bayi, dengan 2 pilot dan 6 kru pesawat.

Pesawat dikomandoi Capt. Bhavye Suneja dengan copilot Harvino  bersama enam awak kabin atas nama Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul  Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula.

Kapten pilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang

Tag: lion air jatuh pegawai kemenkeu jadi korban pesawat jatuh lion air

Bagikan: