Duka dari Negara Sahabat untuk Lion Air JT 610

Tim Editor

Ilustrasi (era.id)

Jakarta, era.id - Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, menyampaikan belasungkawa atas tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawan, Jawa Barat.  Melalui akun Twitter resminya, Mahatir mengaku terkejut mengetahui kejadian tersebut.

"Saya sedih dan terkejut mendapat berita pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang pagi tadi," sebut PM Mahathir dalam pernyataan via akun Twitter resminya, seperti dikutip dari @chedetofficial, Senin (29/10/2018).
 

"Saya ingin mengucapkan belasungkawa kepada para keluarga korban dalam tragedi ini," ucapnya. 

Diketahui bahwa pesawat Lion Air JT 610 lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 06.20 WIB dan hendak menuju ke Pangkalpinang. Namun pukul 06.33 WIB, pesawat itu hilang kontak.

Setelah 13 menit mengudara pesawat dikabarkan jatuh di koordinat S 5’49.052” E 107’ 06.62". Disebut pesawat itu membawa 178 penumpang, satu penumpang anak-anak dan dua penumpang bayi, termasuk tiga pramugari sedang pelatihan dan satu teknisi dalam penerbangan itu.

Menyusul kejadian itu, pemerintah Australia juga sempat memberikan instruksi resmi kepada setiap pejabat dan pegawainya yang ada di Indonesia untuk tidak terbang dengan maskapai Lion Air. 
 

Instruksi resmi itu disampaikan melalui Smartraveller, sebuah layanan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT). Instruksi itu juga berlaku untuk seluruh kontraktor pemerintah Australia di Indonesia. Duta besar Australia untuk Indonesia juga turut menyampaikan duka dan memastikan tidak ada warga negaranya yang menjadi korban.
 

Selain itu kedutaan besar India di Indonesia juga menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan tragis tersebut. Terlebih Pilot Bhavye Suneja yang menerbangkan pesawat Malaysia JT 610 ikut menjadi korban dalam kecelakaan itu.
 


 

Tag: lion air jatuh pegawai kemenkeu jadi korban pesawat jatuh

Bagikan: