RS Polri Upayakan Rekonstruksi Jenazah Korban JT 610

Tim Editor

Kepala RS Polri Kramat Jati Kombes Musyafak . (Tasha/era.id)

Jakarta, era.id - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri akan mengupayakan proses rekonstruksi tubuh korban pesawat Lion Air JT 610. Meski demikian, rekonstruksi ini baru bisa dilakukan jika jenazah dalam kondisi baik.

"Tergantung bentuk jenazah. Kalau bisa disatukan kita satukan, kita jahit, dan kita rekonstruksi. Karena ini kan kejadiannya open system ya, di laut. Mungkin sebagian saja yang sama hasil dari DNA jadi enggak utuh," kata Kepala RS Polri Kramat Jati Kombes Musyafak di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (31/10/2018).

Nantinya, lanjut Musyafak, jika bagian tubuh itu berhasil diidentifikasi dan bisa direkonstruksi, maka pihak RS Polri akan langsung memasukan jenazah itu ke dalam peti, dan menyerahkan jenazah korban kepada pihak kelurga.

Baca Juga : RS Polri Identifikasi 48 Kantong Jenazah

Musyafak juga memaparkan kalau saat ini pihaknya tengah melakukan pengidentifikasian jenazah dengan data antemortem dan postmortem.


(Ilustrasi/era.id)

Supaya kalian tahu, saat ini jumlah keluarga yang melaporkan data antemortemnya tercatat sebanyak 191 orang. Sementara yang diambil DNA-nya mencapai 147 orang. Data ini lebih banyak dari manifes karena tim identifikasi menerima seluruh keluarga atau kolega korban yang melaporkan.

Diketahui sebelumnya, pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang berangkat dari Jakarta pada pukul 06.20 WIB dan diperkirakan mendarat di Pangkalpinang sekitar pukul 07.05 WIB.

Namun, berdasarkan informasi dari air traffic control, pesawat tersebut JT 610 kehilangan kontak pukul 6.50 WIB dan dipastikan jatuh di laut perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Sebelum hilang kontak, pesawat ini sempat meminta untuk kembali ke base.

Pesawat ini membawa 178 penumpang dewasa, seorang anak dan dua bayi, dengan pilot, kopilot, dan enam awak pesawat.

Tag: lion air jatuh

Bagikan: