Efek The Fed Dolar AS Kembali Mengamuk Rp14.825

Tim Editor

Ilustrasi rupiah (Pixabay)

Jakarta, era.id - Pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus terjadi sepanjang hari ini. Bahkan rupiah ikut menjadi mata uang terlemah di Asia, bersama rupee India.

Mengutip data perdagangan Reuters, Senin (12/11/2018) pukul 16.16 WIB, dolar AS dibuka pada Rp14.680 dan menyentuh angka tertingginya pada level Rp14.800 pada siang tadi. Mata uang Paman Sam pun ditutup Rp14.825 pada perdagangan hari ini.

Secara year to date (ytd) atau dari awal tahun hingga saat ini, dolar AS sudah menguat terhadap rupiah sebesar 8,6 persen. Bahkan pada pekan kemarin, rupiah menguat signifikan selama tiga hari berturut-turut.



Tak hanya itu, rupiah sempat menjadi mata uang terbaik di Asia. Namun kini rupiah bersama dengan mata uang rupee india, berada di level terendahnya.

Tidak hanya di Asia, kekuatan dolar AS sudah mengglobal. Pada pukul 13.57 WIB, Dollar Index (yang mencerminkan posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) menguat sampai 0,44 persen. Bahkan indeks ini sudah mencapai level 97, tepatnya di 97,334 atau posisi tertingginya sejak Juni 2017, seperti dirangkum dari CNBC Indonesia.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank kembali menunjukkan peningkatan nilai jual di atas Rp14.700. Bank BCA misalnya menjual dengan harga Rp14.828 pada pukul 16.18 WIB. Sementara harga jual tertinggi ditransaksikan oleh Bank Mandiri sebesar Rp14.860 per dolar AS.


Data perdagangan BCA pukul 16.18 WIB

Analis senior CSA Research Institute, Reza Priyambada mengatakan, sentimen dari Amerika Serikat mengenai normalisasi kebijakan suku bunga The Fed kembali membayangi pergerakan rupiah.

"The Fed masih mempertimbangkan kenaikan suku bunga ke depannya, sehingga membuat pergerakan dolar AS kembali meningkat," kata Reza seperti dikutip dari Antara.

Kendati demikian, menurut dia, pelemahan rupiah masih relatif terbatas di tengah sentimen dari dalam negeri masih cukup kondusif. Tak hanya rupiah, mata uang kuat di kawasan Asia seperti yen Jepang dan dolar Singapura juga ikut bergerah melemah terhadap dolar. 

"Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia dianggap baik dan solid. PDB kuartal III 2018 sebesar 5,17 persen, di atas ekspektasi 5,14 persen," paparnya.

Tag: nilai tukar rupiah dolar as rupiah keok

Bagikan: