APK 'Raja Jokowi' Berkonotasi Negatif

Tim Editor

Poster Jokowi 'Raja' di Jawa Tengah. (Twitter @Zamanetweet)

Jakarta, era.id - Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin menyebut, alat peraga kampanye (APK) bergambar calon presiden petahana, Joko Widodo (Jokowi), dengan kostum raja merupakan black campaign (kampanye hitam) dari lawan politiknya.

APK Jokowi 'Raja' itu diterapkan lewat beberapa alat peraga seperti baliho, spanduk, stiker, dan beberapa APK lain. Alat peraga kampanye itu tersebar di sejumlah titik di wilayah Jawa Tengah (Jateng).

"Bisa dikategorikan black campaign. Karena, baik kubu Jokowi maupun PDIP tidak pernah memasang APK tersebut," kata dia, saat dihubungi era.id, di Jakarta, Kamis (14/11/2018).

Menurut Ujang, poster Jokowi dengan kostum bak raja itu berkonotasi negatif. Menurut dia, raja jawa diidentikkan dengan kepemimpinan otoriter dan antikritik. "Sebutan Raja Jawa itu berkonotasi negatif. Karena kita berada di alam republik. Yang mengedepankan nilai-nilai demokrasi. Raja itu kesannya otoriter. Titahnya harus ditaati. Dan raja itu biasanya tidak mau dikritik," tuturnya.


Alat peraga kampanye Jokowi 'raja' dicopot kader PDIP Jateng. (Twitter @agussaibumi1)

Menanggapi itu, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean mengatakan, pihaknya tidak menilai adanya black campign terkait dengan beredarnya poster Jokowi menggunakan kostum Raja Jawa.

"Itu kalau kita melihatnya itu pasti dipasang oleh kelompok mereka. Saya kok tidak percaya sedikit pun kalau itu adalah black campaign. Saya tidak melihat itu sama sekali," jelasnya.

Baca Juga : PDIP Telusuri Pembuat Poster 'Raja Jokowi'

Apalagi, kata Ferdinand, Jokowi merupakan sosok yang menyukai hal-hal seperti itu. Karena hal itu, pihaknya meyakini poster tersebut merupakan perbuatan pendukungnya.

"Jokowi ini kan memang orang yang dari dulu yah suka dengan hal-hal seperti itu. Saya yakin itu dipasang oleh pendukungnya, tapi mungkin tidak secara terorganisir, tapi mungkin oleh orang per orang. Jadi saya melihat itu pekerjaan dari tim Jokowi bukan kerjaan orang lain," tuturnya.

Di sisi lain, Ferdinand menyarankan, jika kubu Jokowi merasa ada unsur black campaign dari poster Raja Jawa yang beredar tersebut, untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib.

"Kalau emang ngerasa ada unsur black campaign, yah dilaporkan saja ke polisi. Supaya tidak jadi retorika, saran saya begitu. Tim kampanye Jokowi silahkan laporkan ke polisi, kalau mereka berani. Kalau dari tim BPN Prabowo-Sandi tidak sama sekali ada unsur black campaign," ucapnya.

Tag: pelanggaran kampanye jokowi-maruf amin sekjen pdi perjuangan hasto kristiyanto

Bagikan: