LSI: Pendukung Prabowo Anggap Ekonomi Sedang Buruk

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta, era.id - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei soal kekuatan dukungan untuk tiap pasangan calon presiden dan wakil presiden peserta Pilpres 2019 dilihat dari pengamatan masyarakat soal kondisi ekonomi saat ini. 

"Penilaian baik buruknya ekonomi berdampak pada dinamika dukungan capres-cawapres di berbagai segmen pemilih," ujar Peneliti LSI Denny JA Ardian Sopa di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (27/11/2018).

Hasilnya, sebesar 70,3 persen dari responden menilai bahwa kondisi ekonomi Indonesia sedang dan baik. Kemudian, sebanyak 24,7 persen menilai kalau kondisi ekonomi Indonesia sedang buruk. 

Dari responden yang menilai bahwa kondisi ekonomi saat ini terbilang sedang dan baik, sebanyak 64,4 persennya memilih capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin. 

Sedangkan hanya 20,5 persen responden yang menilai kalau kondisi ekonomi sedang dalam keadaan sedang dan baik lebih memilih mendukung capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sementara itu responden yang memilih untuk tidak menjawab atau tidak tahu sebanyak 15,1 persen. 

"Variabel yang penting dalam setiap kontestasi adalah kondisi ekonomi. Bagi seorang petahana (Jokowi-Maruf Amin), variabel kondisi ekonomi lebih penting lagi. Jika dipersepsikan baik, maka berkah elektoral akan diperoleh petahana," ucap dia. 


Konferensi pers LSI Denny JA dengan tema Persepsi Ekonomi Menentukan Pemenang Pilpres. (Diah/era.id)

Namun, dari responden yang menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini tengah dalam kondisi buruk, 63,9 persen lebih memilih pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, sedangkan 25,5 responden yang menilai kondisi ekonomi saat ini sedang buruk lebih memilih Jokowi-Maruf Amin, dan sebanyak 10,6 persen responden memilih untuk tidak menjawab atau tidak tahu. 

"Di segmen pemilih yang menyatakan ekonomi buruk, Prabowo-Sandiaga unggul," ungkapnya. 

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar +/- 2,9 persen, dilakukan dengan wawancara tatap muka kepada 1.200 respoden seluruh Indonesia dalam rentang waktu 10-19 November 2018.
 

Tag: jokowi-maruf amin prabowo-sandiaga pertumbuhan ekonomi

Bagikan: